Creativity

Creativity

Minggu, 24 Februari 2008

Tumbuh Kembang Anak

Tumbuh Kembang Anak
Di saat kemampuan anak tak sesuai dengan anak seusianya, orang tua sepatut curiga dengan tumbuh kembang buah hatinya. Pasalnya, ketidak mampuan anak tersebut bisa jadi sebagai pertanda tumbuh kembang anak Anda mengalami keter lam batan.
Namun orang tua juga jangan terlalu merasa khawatir dan panik karena perkembangan anak nya tidak “secepat” perkembangan anak lain nya. Apalagi, proses tumbuh kembang adalah proses individual dan bukan merupakan suatu “lom ba balap” siapa cepat dia paling super. Oleh karena itu, sebaiknya Anda patut mencari tahu apakah anak anda bermasalah dengan tumbuh kembangnya.
“Apalagi proses tumbuh kembang seorang anak merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait, yaitu; faktor genetik / keturunan, metabolisme, dan kalsium. Jadi dengan dilakukan pemeriksaan, dapat diketahui faktor penyebab keterlambatan tumbuh kembang anak,” papar dr. Aman B. Pulungan, SpA(K), dari Klinik Anakku Cinere pada seminar di Jakarta. Penilaian terhadap per t u m buhan seorang anak dapat dinilai melalui pertambahan berat dan tinggi badan. Tapi biasanya sampai anak berusia dua tahun masih digunakan penilaian melalui lingkar kepala yang biasanya dibandingkan dengan usia anak.
Sedangkan pemeriksaan lain dapat melalui pemeriksaan fi sik atau klinikal dan pemeriksaan antropometri. Pemeriksaan antropometri merupakan pe me rik saan yang membandingkan tinggi badan terhadap umur, berat badan terhadap umur, lingkaran kepala terhadap umur, lingkar lengan atas terhadap umur. Contohnya dengan KMS (kartu menuju sehat ) anak yang membandingkan berat badan terhadap umur, pemeriksaan radiologis, laboratorium, dan analisa diet. Keterlambatan tumbuh kembang anak juga dapat disebabkan oleh kekurangan asupan kalsium.
Apalagi berdasarkan penelitian beberapa ahli terungkap bahwa, asupan kalsium orang Indonesia sangatlah kurang, hal ini karena pola makan yang lebih mengutamakan karbohidrat dan protein sebagai pilihan utama, sehingga sumber lain seperti buah dan sayur sebagai sumber utama vitamin dan mineral kurang diperhatikan. Pola makan yang demikian menyebabkan anak kekurangan kalsium .
Kekurangan kalsium akan mempengaruhi perkem bangan dan kepadatan tulang anak, bahkan anak dapat menderita osteomalasia jika me nga lami kekurangan kal sium akut. Oleh sebab itu, para orang tua harus memastikan bahwa buat si kecil Anda tidak kekurangan nutrisi dan kalsium di masa pertumbuhannya. Hal inilah yang mengemuka pada seminar setengah hari yang bertema “Bersahabat dengan Kalsium” dengan pembicara dr. Aman B. Pulungan, SpA(K), dari Klinik Anakku Cinere dan bintang tamu Lusy Rahmawati di Jakarta, minggu (24/12).
Dalam acara itu pula, Elok Satiti, brand manager Becombion PT. Merck Tbk, mengemukakan saat ini PT Merck Indonesia telah menge luarkan Be combion Grow. Becombion Grow me - ru pakan suplemen unik dan pas untuk per tum - buhan tulang. Dikatakan unik karena me ngandung Vitamin D3 dan Beneo yang merupakan inulin atau zat prebiotik yang berfungsi untuk menjaga kesehatan pen - cer na an.
Gabungan antara vitamin D3 dan Beneo dapat membantu penyerapan kalsium le bih baik. Pas karena mengandung kalsium triphospat yang merupakan sumber utama pem bentukan tulang, vita min B kompleks untuk metabolisme energi dan vitamin C untuk membantu pembentukan kolagen tulang. (Agung Pramudyo)

Tidak ada komentar: