Creativity

Creativity

Rabu, 16 Januari 2008

Tour de Museum KA - Ambarawa

Obyek Wisata Ancol Bligo »
Tour de Museum KA - Ambarawa
Memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-59 pada tanggal 17 Agustus 2004, kami mengunjungi kota Ambarawa yang berjarak sekitar 75 km ke utara dari Yogyakarta, 30 km ke selatan dari Semarang. Kami berangkat dari rumah Baran dengan rute Baran - Balangan - Ngluwar - Muntilan - Magelang - Secang - Ambarawa. Setiap kali kami bepergian ke arah Magelang, tak lupa kami menyempatkan diri untuk menikmati bakso sapi di Jalan Magelang di daerah Semen sebelum Muntilan, hemm..enak lho apalagi ditambah karak yang sedikit gosong kesukaan Dik Beti. O iya, selain bakso sapi warung yang terletak di sebelah kiri dari arah Yogyakarta ini juga menyediakan soto sapi dan aneka minuman dingin dan panas.
Sebelum ke Museum Kereta Api kuno di Ambarawa, kami mengunjungi Bandungan yang bersuasanakan alam pegunungan yang sejuk dan terkenal dengan kelengkeng Bandungan, silakan simak lagunya Mas Didi Kempot tentang “Kelengkeng Bandungan, yang rasane seger enak tenan”. Ambarawa memiliki beberapa tempat wisata lain seperti Monumen Palagan Ambarawa, Candi Gedong Songo yang terletak di kaki Gunung Ungaran, dan wisata alam nan segar Rawa Pening yang terletak antara Bawen - Salatiga.

Berkunjung ke Museum Kereta Api yang merupakan satu-satunya museum kereta api kuno di Asia Tenggara, kami mendapati berbagai jenis kereta api kuno (loko) jaman penjajahan Belanda. Ada lebih dari 20 koleksi kereta api kuno, salah satunya adalah seri NIS 250/C 1603 yang merupakan koleksi yang ke-16. Kereta pabrikan Hartmann Chemnitz ini berbahan bakar kayu dan mulai dioperasikan pada tahun 1902. Kecepatan maksimum mencapai 55 km/jam.

Tak lupa kami menyempatkan diri untuk berfoto diri dengan koleksi kereta api kuno. Bagi Anda yang berkunjung ke Kota Ambarawa, kami sarankan untuk tidak ketinggalan berkunjung ke Museum Kereta Api. Jika Anda mau, Anda dapat memesan dan mencoba naik kereta api kuno dan berkeliling Kota Ambawara (Railways Mountain Tour) sepanjang 18 km pp. Pasti menjadi pengalaman yang mengasyikkan.

This entry was posted on December 15, 2005 at 1:32 am and is filed under Ayo Bertamasya . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

Name (required)

Mail (will not be published) (required)

Website

Blog at WordPress.com. Theme: Black Letterhead by Ulysses Ronquillo.

Tidak ada komentar: