Creativity

Creativity

Minggu, 24 Februari 2008

Pentingnya Kalsium Bagi Anak

Pentingnya Kalsium Bagi Anak
Anak wajib mendapatkan asupan kalsium lebih banyak karena kadar kalsium dalam tubuhnya rendah, sedangkan kalsium sangat diperlukan bagi pertumbuhan tulang dan giginya. Kekurangan kalsium saat masa kanak-kanak dapat menipiskan tulangnya di saat anak memanjang serta rendahya tingkat intelegensia.
Agar sang buah hati dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas, para orang tua akan sangat perhatian dengan kebutuhan nutrisi anaknya. Tapi yang sering terlintas di benak para orangtua hanya seputar kadar lemak, karbohidrat, serta kalori di setiap makanan yang di makan anak. Orang tua cenderung melupakan kebutuhan anak terhadap kalsium. Padahal kalsium sangat berperan penting pada masa pertumbuhan tulang dan gigi anak agar kuat dan sehat.
Dari keseluruhan mineral yang penting bagi tubuh, kalsium menempati posisi paling atas. Pasalnya, tubuh mengandung lebih banyak kalsium daripada mineral lain dan sekitar 98 persen kalsium terdapat dalam tulang dan gigi, sisanya dalam cairan tubuh dan jaringan lunak. Peran kalsium untuk anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Pada anak, kalsium membantu pertumbuhan tulang dan gigi, artinya tulang tumbuh lebih panjang dan penguatan struktur gigi.
Bisa dibayangkan, bagai mana bentuk tubuh ma nusia tanpa tulang atau tubuh dengan tulang yang ’lapuk’ atau gampang patah? Pastinya bentuk tubuh manusia tidak akan ‘beres’ jika tidak ada tulang. Dengan adanya tulang, maka tubuh bisa berdiri dengan kokoh, tegak dan mampu bergerak dengan dukungan dari jaringan tubuh lainnya. Tanpa tulang manusia tidak bisa berjalan dengan tegak dan bergerak dengan dinamis.
Oleh sebab itu, kalsium sangat penting untuk pertumbuhan anak. Apalagi, masa kanak-kanak memerlukan asupan gizi cukup dan seimbang untuk pertumbuhan massa tulang dan peningkatan tinggi badan. Namun faktanya, banyak anak-anak yang mengalami kekurangan kalsium. Bahkan berdasarkan data dari Pusat Penelitian dan pengembangan Gizi dan Makanan, Departemen Kese hatan tahun 2002, asupan kalsium rata-rata orang Indonesia hanya 254 mg/ hari. Padahal, kebutuhan kalsium anak yang disarankan oleh badan kesehatan dunia (WHO) sekitar 500 mg – 800mg/hari.
Rendahnya asupan kalsium anak, umum nya disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat. Pola makan yang serba instan, ikut men jadi faktor tingginya risiko tulang tumbuh menjadi tidak normal. Karena makanan-makanan tersebut cenderung tidak mencukupi kebutuhan kalsium dalam tubuh. Bila hal ini terus terjadi, pertumbuhan tulang anak men jadi lambat dan cenderung terhambat, atau bahkan anak dapat terkena osteomalasia.
Anak yang sudah terkena osteomalasia berakibat rapuh serta lunaknya tulang, sehingga mudah patah walau terbentur benda ringan. Untuk mencegah osteomalasia pada anak, pilihannya memang cuma memenuhi kebutuhan kalsium secara benar, agar anak mempunyai kalsium yang cukup bagi pertumbuhan tulangnya.
Banyak Sumber
Banyak orang percaya, kalsium hanya dibutuhkan dan punya peran vital untuk pembentukan tulang anak.
Anggapan tersebut memang benar adanya, apalagi lebih dari 98 persen kalsium memang berada dan untuk pertumbuhan di tulang anak. Namun, fungsi kalsium tak hanya itu. Kalsium, jugabergunauntuk kontraksi otot, transmin syaraf, pembentukan darah, cofactor berbagai enzim metabolisme dan berbagai hormon, serta sekresi kelenjar endokrin dan exocin. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium, umumnya orang tua mewajibkan anaknya untuk minum susu. Apalagi, susu sapi menjadi sumber kalsium alami terbaik, karena paling mudah diserap usus.
Memang, anggapan susu dapat memenuhi kebutuhan kalsium anak, memang benar. Tapi, hal itu efektif bagi anak yang berusia di bawah tiga tahun. Sedangkan bagi anak yang berusia tiga tahun ke atas, pemenuhan kalsium dengan hanya mengkonsumsi susu tidak bisa maksimal. Konsumsi susu berkalsium boleh saja, selama anak mengkonsumsi sesuai anjuran. Namun, setelah anak berusia tiga tahun ke atas akan sulit mencerna casein susu, sehingga kalsium yang terserap hanya sedikt.
Padahal kebutuhan kalsium semakin meningkat karena bertambahnya usia dan pertumbuhan tulang semakin pesat hingga mencapai masa adolesensi. Di masa ini tulang tidak hanya tumbuh tinggi tetapi juga memadat sehingga penting asupan kalsium harus cukup agar tulang tumbuh kuat hingga nanti di masa depan anak. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium, lanjutnya, sebaiknya anak yang berusia di atas tiga tahun juga diberi suplemen kalsium. Terlebih lagi, suplemen yang ada umumnya mengandung kalsium dan vitamin lainnya.
Kalsium juga bisa di dapat pada dairy product seperti: susu, yoghurt, dan keju, juga ikan-ikanan, terutama ikan sarden dan salmon. Selain itu kalsium juga terdapat pada biskuit-biskuit yang mengandung susu, sayursayuran hijau, berbagai jenis kacang-kacangan: kacang polong, petai cina, kedelai, kacang tanah, tak lupa juga pada kuning telur dan daging.
Pentingnya Aktivitas Fisik
Untuk pembentukan tu lang anak yang kuat, pemberian susu atau sum ber kalsium lainnya tidaklah cukup. Anak juga harus melakukan serang kaian kegiatan fi sik yang dapat membantu mem perkuat tulang anak.
Kegiatan fi sik itu pun tidak dengan gerakan olah raga khusus, hanya dengan membiarkan anak aktif bergerak. Salah satu bentuk rang sangan atau stimuli itu adalah dengan melakukan berbagai aktivitas atau pergerakan tubuh yang meningkatkan beban pada tulang secara seimbang. Sehingga terbentuk sel-sel tulang baru dari hasil stimulan tersebut. Lakukanlah olah raga yang memberikan beban pada tubuh untuk membantu menstimulasi perkembangan tulang. Berjalan kaki selama 60 menit merupakan salah satu aktivitas pembentukan tulang yang baik.
Selain berjalan, olahraga air seperti aquarobik dan berenang, untuk ikut membentuk pertumbuhan tulang anak. Saat ini hidrotherapi merupakan sebuah metode yang sedang dikembangkan karena terbukti efektif untuk menabung massa tulang, sehingga tulang tidak cepat keropos maupun bengkok. Dan hal yang perlu diingat para orang tua adalah jangan biarkan anak hanya duduk monoton televisi dalam waktu lama yang dapat menimbulkan kelainan stuktur tulang dan menyebabkan tulang keropos di usia muda.

Tidak ada komentar: