HARAPAN.NET
Kabupaten Banyumas juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata dengan fokus kunjungan wisatawan ke Baturaden.
Jumlah obyek wisata di Banyumas cukup banyak dan beragam, dan pada umumnya mudah di jangkau karena di dukung sarana dan prasarana yang memadai, sampai saat ini, masih ada beberapa obyek wisata yang belum tergarap secara optimal dan membutuhkan investasi untuk pengembangannya.
Lokawisata Baturaden
Lokawisata Baturaden terbentang di sebelah selatan di kaki Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 m diatas permukaan laut. Baturaden terletak hanya 14 km dari Kota Purwokerto yang dihubungkan dengan jalan yang memadai. Di tempat wisata ini Anda dapat menikmati pemandangan indah & udara pegunungan yang segar dengan suhu 18'° Celcius - 25° Celcius. Sedangkan, Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 m, merupakan gunung berapi terbesar dan gunung tertinggi ke-2 di Jawa. Jika cuacanya bagus, Kota Purwokerto dapat terlihat dari Baturaden, begitu juga dengan Cilacap dan Nusa Kambangan Ketika kita melihat gunung Slamet, kita dapat melihat lereng gunung Slamet yang ditutupi oleh hutan Heterogen.
Wana Wisata
Terletak 2 km dari lokawisata Baturaden. Di tempat ini dapat dinikmati keindahan alam hutan dilengkapi dengan tempat perkemahan yang dapat menampung 1000 tenda. Ditempat ini juga terdapat cagar alam dan pembibitan tanaman produksi seperti cemara, pinus, dan sebagainya.
Pancuran 3 (Telu)
Air panas yang mengandung belerang sangat diminati wisatawan, selain kehangatan juga khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan tulang.
Pancuran 7 (Pitu)
Terletak 2,5 km dari Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyuguhkan keindahan alam dan hutan yang didukung dengan adanya Pancuran 7 sebagai tempat wisata husada.
Goa Sarabadak
Beranjak dari pancuran 7 menelusuri jalan setapak wisatawan dapat menikmati kesegaran air hangat dan dingin di Goa Sarabadak, dengan bebatuan warna keemasan yang menajubkan.
Telaga Sunyi
Telaga Sunyi terletak +/- 3 km di sebelah Timur Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyajikan telaga yang indah dan berair dingin, dan pada musim-musim tertentu dapat dijumpai aneka warna kupu-kupu dan capung yang beterbangan di sekitar telaga.
Curug Cipendok
Terletak di desa Karang Tengah kecamatan Cilingok, kurang lebih 25 km dari kota Purwokerto. Obyek wisata alam ini berupa air terjun dengan ketinggian 92 m yang dikelilingi pemandangan alam dan hutan yang indah.
Curug_Ceheng
Terletak di kecamatan Sumbang 8 km dari kota Purwokerto. Obyek wisata ini menampilkan keindahan air terjun yang diselingi dengan maraknya satwa lawa yang beterbangan.
Pemandian KaliBacin
Terletak di Desa Tambak Negara kecamatan Rawalo 17 km dari Purwokerto. Objek wisata ini merupakan peninggalan sejarah jaman Belanda terbukti dengan prasastinya. Dikenal dengan nama Wisata Husada, karena wisatawan disamping dapat menikmati keindahan alamnya sekaligus dapat menyembuhkan penyakit kulit dan tulang.
Museum BRI
Museum Uang BRI adalah satu-satunya museum perbankan di Indonesia yang berada di Purwokerto. Bank Rakyat Indonesia untuk pertama kali didirikan oleh : Raden Aria Wirjaatmadja tahun 1895 dengan Nama : De Purwokertche Hulp en Spaarbank der Inlandche Bestuurs Ambtenaren.
Creativity
Rabu, 16 Januari 2008
Tour de Museum KA - Ambarawa
Obyek Wisata Ancol Bligo »
Tour de Museum KA - Ambarawa
Memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-59 pada tanggal 17 Agustus 2004, kami mengunjungi kota Ambarawa yang berjarak sekitar 75 km ke utara dari Yogyakarta, 30 km ke selatan dari Semarang. Kami berangkat dari rumah Baran dengan rute Baran - Balangan - Ngluwar - Muntilan - Magelang - Secang - Ambarawa. Setiap kali kami bepergian ke arah Magelang, tak lupa kami menyempatkan diri untuk menikmati bakso sapi di Jalan Magelang di daerah Semen sebelum Muntilan, hemm..enak lho apalagi ditambah karak yang sedikit gosong kesukaan Dik Beti. O iya, selain bakso sapi warung yang terletak di sebelah kiri dari arah Yogyakarta ini juga menyediakan soto sapi dan aneka minuman dingin dan panas.
Sebelum ke Museum Kereta Api kuno di Ambarawa, kami mengunjungi Bandungan yang bersuasanakan alam pegunungan yang sejuk dan terkenal dengan kelengkeng Bandungan, silakan simak lagunya Mas Didi Kempot tentang “Kelengkeng Bandungan, yang rasane seger enak tenan”. Ambarawa memiliki beberapa tempat wisata lain seperti Monumen Palagan Ambarawa, Candi Gedong Songo yang terletak di kaki Gunung Ungaran, dan wisata alam nan segar Rawa Pening yang terletak antara Bawen - Salatiga.
Berkunjung ke Museum Kereta Api yang merupakan satu-satunya museum kereta api kuno di Asia Tenggara, kami mendapati berbagai jenis kereta api kuno (loko) jaman penjajahan Belanda. Ada lebih dari 20 koleksi kereta api kuno, salah satunya adalah seri NIS 250/C 1603 yang merupakan koleksi yang ke-16. Kereta pabrikan Hartmann Chemnitz ini berbahan bakar kayu dan mulai dioperasikan pada tahun 1902. Kecepatan maksimum mencapai 55 km/jam.
Tak lupa kami menyempatkan diri untuk berfoto diri dengan koleksi kereta api kuno. Bagi Anda yang berkunjung ke Kota Ambarawa, kami sarankan untuk tidak ketinggalan berkunjung ke Museum Kereta Api. Jika Anda mau, Anda dapat memesan dan mencoba naik kereta api kuno dan berkeliling Kota Ambawara (Railways Mountain Tour) sepanjang 18 km pp. Pasti menjadi pengalaman yang mengasyikkan.
This entry was posted on December 15, 2005 at 1:32 am and is filed under Ayo Bertamasya . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply
Name (required)
Mail (will not be published) (required)
Website
Blog at WordPress.com. Theme: Black Letterhead by Ulysses Ronquillo.
Tour de Museum KA - Ambarawa
Memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-59 pada tanggal 17 Agustus 2004, kami mengunjungi kota Ambarawa yang berjarak sekitar 75 km ke utara dari Yogyakarta, 30 km ke selatan dari Semarang. Kami berangkat dari rumah Baran dengan rute Baran - Balangan - Ngluwar - Muntilan - Magelang - Secang - Ambarawa. Setiap kali kami bepergian ke arah Magelang, tak lupa kami menyempatkan diri untuk menikmati bakso sapi di Jalan Magelang di daerah Semen sebelum Muntilan, hemm..enak lho apalagi ditambah karak yang sedikit gosong kesukaan Dik Beti. O iya, selain bakso sapi warung yang terletak di sebelah kiri dari arah Yogyakarta ini juga menyediakan soto sapi dan aneka minuman dingin dan panas.
Sebelum ke Museum Kereta Api kuno di Ambarawa, kami mengunjungi Bandungan yang bersuasanakan alam pegunungan yang sejuk dan terkenal dengan kelengkeng Bandungan, silakan simak lagunya Mas Didi Kempot tentang “Kelengkeng Bandungan, yang rasane seger enak tenan”. Ambarawa memiliki beberapa tempat wisata lain seperti Monumen Palagan Ambarawa, Candi Gedong Songo yang terletak di kaki Gunung Ungaran, dan wisata alam nan segar Rawa Pening yang terletak antara Bawen - Salatiga.
Berkunjung ke Museum Kereta Api yang merupakan satu-satunya museum kereta api kuno di Asia Tenggara, kami mendapati berbagai jenis kereta api kuno (loko) jaman penjajahan Belanda. Ada lebih dari 20 koleksi kereta api kuno, salah satunya adalah seri NIS 250/C 1603 yang merupakan koleksi yang ke-16. Kereta pabrikan Hartmann Chemnitz ini berbahan bakar kayu dan mulai dioperasikan pada tahun 1902. Kecepatan maksimum mencapai 55 km/jam.
Tak lupa kami menyempatkan diri untuk berfoto diri dengan koleksi kereta api kuno. Bagi Anda yang berkunjung ke Kota Ambarawa, kami sarankan untuk tidak ketinggalan berkunjung ke Museum Kereta Api. Jika Anda mau, Anda dapat memesan dan mencoba naik kereta api kuno dan berkeliling Kota Ambawara (Railways Mountain Tour) sepanjang 18 km pp. Pasti menjadi pengalaman yang mengasyikkan.
This entry was posted on December 15, 2005 at 1:32 am and is filed under Ayo Bertamasya . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply
Name (required)
Mail (will not be published) (required)
Website
Blog at WordPress.com. Theme: Black Letterhead by Ulysses Ronquillo.
Objek Wisata di Jawa Tengah
Beberapa tempat Wisata di Provinsi Jawa Tengah
(wisata lengkap, silahkan download file Profil Wisata Jateng (1.117 KB, ZipFile)
1. CANDI BOROBUDUR
Borobudur adalah salah satu monumen kuno terbaik di dunia yang dilestarikan, bahkan merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Monumen ini adalah kuil budha terbesar di dunia dan telah diklaim sebagai hasil budaya manusia yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun luar negeri sampai saat ini. Gaya arsitek dari candi ini pun tidak ada yang menyerupai di antara berbagai bangunan kuno di dunia. Struktur yang terinspirasi dari penggambaran mikro kosmos seringkali menjadi suatu pertanyaan, misalnya kapan, dengan cara apa, berapa lama dan oleh siapa cagar alam ini telah dibangun. Jawaban yang tepat sampai saat ini masih meninggalkan misteri, karena tidak ada dokumen tertulis sampai saat ini. Berdasarkan prasasti yang ditemukan oleh peneliti, dicatat bahwa Candi Borobudur dibangun antara abad ke-8 ketika Samaratungga (Raja dari Dinasti Syailendra) memerintah di Jawa Tengah. Arti dari Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangakan Budur mengingatkan kita dengan kata yang berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. Dengan kata lain, Borobudur berarti Biara di atas bukit. Borobudur penuh dengan ornamen filosofis dimana menyimbolkan secara gamblang tentang kesatuan dari perbedaan jalur yang dapat diikuti untuk mencapai tujuan hidup yang paling pokok. Relief yang terukir di dinding candi memberitahukan keindahan dalam mempelajari hidup. Dengan kata lain, Borobudur memiliki jiwa seni, filosofis dan budaya.
2. KLENTENG SAM POO KONG (GEDUNG BATU)
Klenteng ini dibangun oleh seorang utusan dari Tiongkok yang bernama Sam Poo Tay Djien dalam lawatannya ke Semarang, sebagai salah satu persinggahan dari rangkaian kunjungannya ke negara-negara Asia. Klenteng ini memberikan inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai kota Semarang, khususnya kawasan Simongan. Klenteng yang memiliki bentuk sangat indah, perpaduan ornamen Cina yang sangat kental dipadu dengan bentuk atap yang mirip Joglo. Fungsi bangunan selain sebagai tempat suci untuk beribadah juga merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi, khususnya pada tahun baru Imlek. Lokasi Klenteng berada di Jl. Simongan, kawasan Gedong Batu Kota Semarang.
3. KETEP PASS
Ketep Pass atau Bukit Ketep, terletak di Desa Ketep Kec. Sawangan Kab. Magelang, berada pada ketinggian 1.200 dpl, luas areal sekitar 8.000 m2, berjarak sekitar 17 km dari Desa Blabak ke arah Timur, 30 km dari Kota Magelang dan 35 Km dari Kota Boyolali (di jalur Solo–Selo–Borobudur). Dari Ketep Pass ini wisatawan dapat menikmati panorama pemandangan Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Tidar, Andong dan Pegunungan Menoreh serta hamparan lahan pertanian. Fasilitas rekreasi yang tersedia untuk wisatawan antara lain berupa: (1) gardu pandang untuk melihat aktifitas puncak Merapi dengan lensa teropong, (2) menonton film tentang riwayat aktivitas merapi di Volcano Theater, (3) mengunjungi museum yang menyajikan data visual tentang kegunungapian dalam bentuk foto-foto dan miniatur gunung Merapi, serta (4) informasi mitigasi bencana gunung berapi, yang mampu mengajak pengunjung secara langsung mengoperasikan peralatan pemantauan dan pendeteksian gejala dan kegiatan vulkanik dengan komputer. Di samping itu, Ketep Pass juga menyediakan areal parkir yang luas, restoran, kios cinderamata, dll.
4. KEPULAUAN KARIMUNJAWA
Karimunjawa, salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara merupakan satu-satunya kecamatan di Jawa Tengah yang dipisahkan lautan dengan daratan Jawa yang berjarak 45 mil laut dari ibukota Kabupaten dan 60 mil laut dari ibukota Provinsi. Ia merupakan untaian pulau-pulau kecil yang terdiri dari 27 pulau dengan luas 7.129 ha serta luas perairan 107.225 ha. Nama Karimunjawa konon diambil dari kata Keremun atau samar-samar, maksudnya adalah gugusan pulau ini bila dilihat dari daratan Jawa kelihatan keremun-keremun atau samar-samar. Nama tersebut konon diberikan saat Sunan Nyamplungan datang ke Karimunjawa (orang pertama kali yang datang menginjakkan kaki di daratan karimunjawa). Sunan Nyamplungan adalah salah satu putra Sunan Muria yang hijrah ke Karimunjawa, yang namanya diabadikan dari tempat makamnya yaitu Gunung Nyamplungan di wilayah desa Karimunjawa. Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Menjangan Kecil, Menjangan Besar, Tanjung Gelam, Legon Lele, Genting, Kembar, Parang, Cemara dan Krakal. Wisata bahari seperti berlayar, selancar air, ski air, berenang, berjemur di pantai pasir putih, berkemah, wisata budaya, pengamatan rusa dan burung serta menyelam/snorkeling. Paket wisata untuk mengunjungi pulau-pulau tersebut dapat menghubungi biro perjalanan di Semarang/Jepara (tour 1 s.d. 7 hari). Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Durian dan Lomban pada bulan Januari/Maret di Jepara. Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Oktober setiap tahunnya. Akses dari dan ke Karimunjawa bisa ditempuh baik lewat laut dengan Kapal Kartini dari Perlabuhan Tanjung Mas Semarang dan Dewondaru dari Pantai Jepara ataupun lewat udara dengan pesawat carter.
5. MASJID AGUNG DEMAK
Masjid Agung Demak adalah sebuah mesjid yang tertua di Indonesia. Ia terletak di Demak, Jawa Tengah. Arsitektur Masjid Agung Demak dipengaruhi oleh arsitektur Jawa Kuno pada masa kerajaan Hindu. Identifikasi pengaruh arsitektur tersebut tampil pada tiga aspek pokok dari arsitektur Jawa Hindu yang dipenuhi oleh masjid tersebut. Tiga aspek tersebut adalah atap meru, ruang keramat (cella) dan tiang guru yang melingkupi ruang cella. Meru merupakan ciri khas atap bangunan suci di Jawa dan Bali. Bentuk atap yang bertingkat dan mengecil ke atas merupakan lambang vertikalitas dan orientasi kekuasaan ke atas. Bangunan yang dianggap paling suci dan dan penting memiliki tingkat atap paling banyak dan paling tinggi.
6. MASJID KUDUS DAN MENARA KUDUS
Masjid Kudus yang dibangun oleh Sunan Kalijaga (salah satu dari Walisanga, penyebar agama Islam yang terkenal di Pulau Jawa) dibangun pada abad ke-16. Bangunan masjid yang agung tersebut tampil dengan pesona arsitektur yang indah. Sedangkan bangunan Masjid Agung Demak yang terletak kurang lebih 26 km dari kota Semarang dipercaya berasal dari kerajaan Majapahit. Masjid Kudus (disebut juga sebagai mesjid Al Aqsa dan Mesjid Al Manar) adalah masjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 dan terletak di kota Kudus, Jawa Tengah. Mesjid ini berbentuk unik, karena memiliki menara yang serupa bangunan candi. Menara Kudus merupakan bangunan monumental yang bernilai arkeologis dan historis tinggi. Dari aspek arkeologis, Menara Kudus merupakan bangunan kuno hasil akulturasi kebudayaan Hindu-Jawa dan Islam. Menara Kudus dibangun oleh Syeh Ja’far Shodiq (Sunan Kudus, salah seorang dari Wali Songo) pada tahun 1685 M yang disimbolkan dalam candrasengkala “Gapuro rusak ewahing jagad” yang bermakna tahun Jawa 1609 atau 1685 M. Bangunan Menara Kudus tidak dapat dipisahkan dengan Masjid Menara Kudus (Masjid Al-Aqsho) dan Makam Sunan Kudus karena secara geografis-fungsional ketiganya merupakan satu kesatuan yang inherent dengan sejarah berdirinya Kota Kudus. Obyek Wisata Ziarah ini setiap hari sangat ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, terutama pada moment Upacara “Buka Luwur” (Penggantian kain kelambu penutup makam Sunan Kudus) yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram/Syuro. Peristiwa menarik dalam Upacara Buka Luwur adalah ketika para pengunjung/peziarah berupaya memperoleh nasi bungkus selamatan dan kain luwur bekas penutup makam yang konon dipercaya dapat memberikan keberuntungan bagi yang memperolehnya. Selain “Buka Luwur”, kawasan Menara Kudus juga menjadi pusat keramaian pada saat “Dhandhangan”, yaitu tradisi menyambut datangnya bulan puasa Ramadhan.
7. CANDI PRAMBANAN
Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dan terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni Rakai Pikatan (Raja kedua wangsa Mataram I) atau Balitung Maha Sambu semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak. Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918, dan sampai sekarang belum selesai. Bangunan utama baru diselesaikan pada tahun 1953. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja. Sekarang, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, dengan tinggi bangunan utama adalah 47 m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada Sang Hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.
8. MUSEUM KERETA API AMBARAWA
Kereta api juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana berwisata. Tidak percaya? Datang saja ke Stasiun Ambarawa. Di stasiun ini terdapat kereta api kuno bergerigi yang biasa dimanfaatkan untuk wisata. Wisata ini disebut Railways Mountain Tour. Perjalanan sepanjang ± 9 km ini butuh waktu sejam lamanya. Laju kereta api (KA.) ini memang tidak dapat dibandingkan dengan KA lainnya. Sangat lambat. Kecepatan maksimumnya hanya 10 km/jam. Perjalanan antara Stasiun Ambarawa-Stasiun Jambu belum terasa istimewa, mengingat jalurnya masih datar. Sementara kanan kiri rel pemandangan yang terlihat hanyalah perkampungan penduduk. Baru antara Stasiun Jambu-Stasiun Bedono terasa ada yang berbeda. Karena jalan sudah mulai menanjak maka posisi lokomotif diubah. Bila sebelumnya ada di depan, maka posisi lokomotif kini ada di belakang. Jadilah KA bukan ditarik lokomotif, melainkan didorong oleh lokomotif. Jalur Stasiun Jambu-Stasiun Bedono ini berada di ketinggian 693 meter di atas permukaan air laut. Panorama di sepanjang perjalanan semakin luar biasa. Hamparan Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu menjadi latar belakang yang mempesona. Sementara dua gerbong penumpang seluruh dindingnya terbuat dari kayu. Demikian pula tempat duduk penumpang semuanya dari kayu. Di dinding gerbong tak ada kaca jendela. Sehingga penumpang dapat menikmati semilir angin nan sejuk dan pemandangan selama perjalanan. Karena letaknya yang cukup tinggi inilah di sepanjang jalur Stasiun Jambu-Stasiun Bedono ini terdapat rel bergerigi. Fungsinya adalah untuk menahan agar KA tidak mengalami kesulitan menanjaki jalur tersebut. Rel di jalur ini menjadi rel gerigi satu-satunya di Indonesia yang hingga sekarang masih difungsikan. Dari segi usia KA bergerigi ini memang sudah dapat dikatakan uzur. Lokomotifnya buatan Belanda tahun 1902. Berarti umurnya sudah lebih dari 100 tahun. Sementara dua gerbong penumpangnya adalah buatan tahun 1907. Usianya lebih muda lima tahun dibandingkan lokomotifnya.
9. PURO MANGKUNEGARAN
Puro Mangkunagaran dibangun pada tahun 1757, dua tahun setelah dilaksanakan Perundingan Gijanti yang isinya membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Kerajaan Surakarta terpisah setelah Pangeran Raden Mas Said memberontak dan atas dukungan sunan mendirikan kerajaan sendiri. Raden Mas Said memakai gelar Mangkunegoro I dan membangun wilayah kekuasaannya di sebelah barat tepian sungai Pepe di pusat kota yan sekarang bernama Solo. Puro Mangkunagaran yang sebetulnya awalnya lebih tepat disebut tempat kediaman pangeran daripada istana, yang dibangun mengikuti model kraton tetapi bentuknya lebih kecil. Bangunan ini memiliki ciri arsitektur yang sama dengan kraton, yaitu pada pamedan, pendopo, pringgitan, dalem dan kaputran, yang seluruhnya dikelilingi oleh tembok yang kokoh. Sisa peninggalan yang masih tampak jelas pada saat ini adalah perpustakaan yang didirikan pada tahun 1867 oleh Mangkunegoro IV. Perpustakaan tersebut terletak dilantai dua, diatas Kantor Dinas Urusan Istana di sebelah kiri pamedan.
10. WISATA API ALAM MRAPEN
Berkunjung ke objek wisata Api Alam Mrapen bukanlah hal yang sulit karena objek wisata ini terletak dipinggir jalan raya Purwodadi - Semarang. Tiket masuk ditetapkan dengan harga yang murah. Kendaraan dapat parkir di sebuah area terbuka yang cukup luas untuk menampung kendaraan roda dua dan empat. Hal yang pertama kali dicari adalah di mana lokasi keberadaan api Mrapen. Sekilas mata memandang tidak ditemukan sama sekali kobaran api di area ini, karena yang ada hanya setumpuk batu berwarna putih yang tersusun rapi membentuk kerucut. "Mana apinya ?" mungkin itulah pertanyaan yang muncul karena tidak terlihat ada api. Namun, ketika dicoba dengan setumpukan daun kering yang dengan hati-hati diletakkan di dalam rongga dan tak lupa meniupnya, sepintas sebuah jilatan api nampak membakar daun-daun kering tersebut. Rupanya api yang ada terlalu kecil untuk langsung dilihat, perlu ada "bahan bakar" terlebih dahulu agar tampak lebih berkobar. Tak jauh dari lokasi berkobar api terdapat sebuah batu bobot, yang menurut penduduk setempat diyakini akan mampu mengabulkan semua permintaan siapa saja yang bisa mengangkat batu tersebut sambil duduk. batu itu sendiri terletak dalam sebuah cungkup dan terkunci rapat. Disamping batu bobot, di lokasi wisata Api Abadi Mrapen juga terdapat kolam kecil dengan air berwarna hijau beserta gelegak air di tengahnya. Meskipun air tersebut tampak seperti mendidih, namun tidaklah panas karena gelembung-gelembung udara tersebut berasal dari gas yang berada dalam tanah. Api Alam Mrapen pernah digunakan untuk menyalakan obor dalam kegiatan pesta olahraga international (Ganefo I) pada tanggal 1 November 1963 di Jakarta demikian pula untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) X tahun 1989, dan PON XIV tahun 1996. Selain untuk kegiatan penyalaan api olahraga juga digunakan pula untuk upacara hari raya waisak.
Baseline Economic Survey per Kabupaten – Provinsi Jawa Tengah (Peta Interaktif)
1. Kabupaten Brebes
2. Kotamadya Tegal
3. Kabupaten Tegal
4. Kabupaten Pemalang
5. Kotamadya Pekalongan
6. Kabupaten Pekalongan
7. Kabupaten Cilacap
8. Kabupaten Banyumas
9. Kabupaten Purbalingga
10. Kabupaten Banjarnegara
11. Kabupaten Wonosobo
12. Kabupaten Kebumen
13. Kabupaten Purwerejo
14. Kabupaten Temanggung
15. Kabupaten Magelang
16. Kabupaten Jepara
17. Kabupaten Demak
18. Kotamadya Semarang
19. Kabupaten Semarang
20. Kabupaten Pati
21. Kabupaten Kudus
22. Kabupaten Grobogan
23. Kabupaten Blora
24. Kabupaten Sragen
25. Kabupaten Boyolali
26. Kotamadya Salatiga
27. Kotamadya Surakarta
28. Kabupaten Karanganyar
29. Kabupaten Sukoharjo
30. Kabupaten Klaten
31. Kabupaten Wonogiri
32. Kabupaten Batang
Agroindustri Berorientasi Ekspor : Komoditi Unggulan Provinsi Jawa Tengah
Jl. MH. Thamrin 2 Jakarta 10350 Indonesia
Telp : (62-21) 381-7317 Fax : (62-21) 350-1867
© 2004 Hak Cipta Bank Indonesia
Links | Syarat & Kondisi| Kontak BI | Peta Situs
(wisata lengkap, silahkan download file Profil Wisata Jateng (1.117 KB, ZipFile)
1. CANDI BOROBUDUR
Borobudur adalah salah satu monumen kuno terbaik di dunia yang dilestarikan, bahkan merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Monumen ini adalah kuil budha terbesar di dunia dan telah diklaim sebagai hasil budaya manusia yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun luar negeri sampai saat ini. Gaya arsitek dari candi ini pun tidak ada yang menyerupai di antara berbagai bangunan kuno di dunia. Struktur yang terinspirasi dari penggambaran mikro kosmos seringkali menjadi suatu pertanyaan, misalnya kapan, dengan cara apa, berapa lama dan oleh siapa cagar alam ini telah dibangun. Jawaban yang tepat sampai saat ini masih meninggalkan misteri, karena tidak ada dokumen tertulis sampai saat ini. Berdasarkan prasasti yang ditemukan oleh peneliti, dicatat bahwa Candi Borobudur dibangun antara abad ke-8 ketika Samaratungga (Raja dari Dinasti Syailendra) memerintah di Jawa Tengah. Arti dari Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangakan Budur mengingatkan kita dengan kata yang berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. Dengan kata lain, Borobudur berarti Biara di atas bukit. Borobudur penuh dengan ornamen filosofis dimana menyimbolkan secara gamblang tentang kesatuan dari perbedaan jalur yang dapat diikuti untuk mencapai tujuan hidup yang paling pokok. Relief yang terukir di dinding candi memberitahukan keindahan dalam mempelajari hidup. Dengan kata lain, Borobudur memiliki jiwa seni, filosofis dan budaya.
2. KLENTENG SAM POO KONG (GEDUNG BATU)
Klenteng ini dibangun oleh seorang utusan dari Tiongkok yang bernama Sam Poo Tay Djien dalam lawatannya ke Semarang, sebagai salah satu persinggahan dari rangkaian kunjungannya ke negara-negara Asia. Klenteng ini memberikan inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai kota Semarang, khususnya kawasan Simongan. Klenteng yang memiliki bentuk sangat indah, perpaduan ornamen Cina yang sangat kental dipadu dengan bentuk atap yang mirip Joglo. Fungsi bangunan selain sebagai tempat suci untuk beribadah juga merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi, khususnya pada tahun baru Imlek. Lokasi Klenteng berada di Jl. Simongan, kawasan Gedong Batu Kota Semarang.
3. KETEP PASS
Ketep Pass atau Bukit Ketep, terletak di Desa Ketep Kec. Sawangan Kab. Magelang, berada pada ketinggian 1.200 dpl, luas areal sekitar 8.000 m2, berjarak sekitar 17 km dari Desa Blabak ke arah Timur, 30 km dari Kota Magelang dan 35 Km dari Kota Boyolali (di jalur Solo–Selo–Borobudur). Dari Ketep Pass ini wisatawan dapat menikmati panorama pemandangan Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Tidar, Andong dan Pegunungan Menoreh serta hamparan lahan pertanian. Fasilitas rekreasi yang tersedia untuk wisatawan antara lain berupa: (1) gardu pandang untuk melihat aktifitas puncak Merapi dengan lensa teropong, (2) menonton film tentang riwayat aktivitas merapi di Volcano Theater, (3) mengunjungi museum yang menyajikan data visual tentang kegunungapian dalam bentuk foto-foto dan miniatur gunung Merapi, serta (4) informasi mitigasi bencana gunung berapi, yang mampu mengajak pengunjung secara langsung mengoperasikan peralatan pemantauan dan pendeteksian gejala dan kegiatan vulkanik dengan komputer. Di samping itu, Ketep Pass juga menyediakan areal parkir yang luas, restoran, kios cinderamata, dll.
4. KEPULAUAN KARIMUNJAWA
Karimunjawa, salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara merupakan satu-satunya kecamatan di Jawa Tengah yang dipisahkan lautan dengan daratan Jawa yang berjarak 45 mil laut dari ibukota Kabupaten dan 60 mil laut dari ibukota Provinsi. Ia merupakan untaian pulau-pulau kecil yang terdiri dari 27 pulau dengan luas 7.129 ha serta luas perairan 107.225 ha. Nama Karimunjawa konon diambil dari kata Keremun atau samar-samar, maksudnya adalah gugusan pulau ini bila dilihat dari daratan Jawa kelihatan keremun-keremun atau samar-samar. Nama tersebut konon diberikan saat Sunan Nyamplungan datang ke Karimunjawa (orang pertama kali yang datang menginjakkan kaki di daratan karimunjawa). Sunan Nyamplungan adalah salah satu putra Sunan Muria yang hijrah ke Karimunjawa, yang namanya diabadikan dari tempat makamnya yaitu Gunung Nyamplungan di wilayah desa Karimunjawa. Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Menjangan Kecil, Menjangan Besar, Tanjung Gelam, Legon Lele, Genting, Kembar, Parang, Cemara dan Krakal. Wisata bahari seperti berlayar, selancar air, ski air, berenang, berjemur di pantai pasir putih, berkemah, wisata budaya, pengamatan rusa dan burung serta menyelam/snorkeling. Paket wisata untuk mengunjungi pulau-pulau tersebut dapat menghubungi biro perjalanan di Semarang/Jepara (tour 1 s.d. 7 hari). Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Durian dan Lomban pada bulan Januari/Maret di Jepara. Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Oktober setiap tahunnya. Akses dari dan ke Karimunjawa bisa ditempuh baik lewat laut dengan Kapal Kartini dari Perlabuhan Tanjung Mas Semarang dan Dewondaru dari Pantai Jepara ataupun lewat udara dengan pesawat carter.
5. MASJID AGUNG DEMAK
Masjid Agung Demak adalah sebuah mesjid yang tertua di Indonesia. Ia terletak di Demak, Jawa Tengah. Arsitektur Masjid Agung Demak dipengaruhi oleh arsitektur Jawa Kuno pada masa kerajaan Hindu. Identifikasi pengaruh arsitektur tersebut tampil pada tiga aspek pokok dari arsitektur Jawa Hindu yang dipenuhi oleh masjid tersebut. Tiga aspek tersebut adalah atap meru, ruang keramat (cella) dan tiang guru yang melingkupi ruang cella. Meru merupakan ciri khas atap bangunan suci di Jawa dan Bali. Bentuk atap yang bertingkat dan mengecil ke atas merupakan lambang vertikalitas dan orientasi kekuasaan ke atas. Bangunan yang dianggap paling suci dan dan penting memiliki tingkat atap paling banyak dan paling tinggi.
6. MASJID KUDUS DAN MENARA KUDUS
Masjid Kudus yang dibangun oleh Sunan Kalijaga (salah satu dari Walisanga, penyebar agama Islam yang terkenal di Pulau Jawa) dibangun pada abad ke-16. Bangunan masjid yang agung tersebut tampil dengan pesona arsitektur yang indah. Sedangkan bangunan Masjid Agung Demak yang terletak kurang lebih 26 km dari kota Semarang dipercaya berasal dari kerajaan Majapahit. Masjid Kudus (disebut juga sebagai mesjid Al Aqsa dan Mesjid Al Manar) adalah masjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 dan terletak di kota Kudus, Jawa Tengah. Mesjid ini berbentuk unik, karena memiliki menara yang serupa bangunan candi. Menara Kudus merupakan bangunan monumental yang bernilai arkeologis dan historis tinggi. Dari aspek arkeologis, Menara Kudus merupakan bangunan kuno hasil akulturasi kebudayaan Hindu-Jawa dan Islam. Menara Kudus dibangun oleh Syeh Ja’far Shodiq (Sunan Kudus, salah seorang dari Wali Songo) pada tahun 1685 M yang disimbolkan dalam candrasengkala “Gapuro rusak ewahing jagad” yang bermakna tahun Jawa 1609 atau 1685 M. Bangunan Menara Kudus tidak dapat dipisahkan dengan Masjid Menara Kudus (Masjid Al-Aqsho) dan Makam Sunan Kudus karena secara geografis-fungsional ketiganya merupakan satu kesatuan yang inherent dengan sejarah berdirinya Kota Kudus. Obyek Wisata Ziarah ini setiap hari sangat ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, terutama pada moment Upacara “Buka Luwur” (Penggantian kain kelambu penutup makam Sunan Kudus) yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram/Syuro. Peristiwa menarik dalam Upacara Buka Luwur adalah ketika para pengunjung/peziarah berupaya memperoleh nasi bungkus selamatan dan kain luwur bekas penutup makam yang konon dipercaya dapat memberikan keberuntungan bagi yang memperolehnya. Selain “Buka Luwur”, kawasan Menara Kudus juga menjadi pusat keramaian pada saat “Dhandhangan”, yaitu tradisi menyambut datangnya bulan puasa Ramadhan.
7. CANDI PRAMBANAN
Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dan terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni Rakai Pikatan (Raja kedua wangsa Mataram I) atau Balitung Maha Sambu semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak. Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918, dan sampai sekarang belum selesai. Bangunan utama baru diselesaikan pada tahun 1953. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja. Sekarang, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, dengan tinggi bangunan utama adalah 47 m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada Sang Hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.
8. MUSEUM KERETA API AMBARAWA
Kereta api juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana berwisata. Tidak percaya? Datang saja ke Stasiun Ambarawa. Di stasiun ini terdapat kereta api kuno bergerigi yang biasa dimanfaatkan untuk wisata. Wisata ini disebut Railways Mountain Tour. Perjalanan sepanjang ± 9 km ini butuh waktu sejam lamanya. Laju kereta api (KA.) ini memang tidak dapat dibandingkan dengan KA lainnya. Sangat lambat. Kecepatan maksimumnya hanya 10 km/jam. Perjalanan antara Stasiun Ambarawa-Stasiun Jambu belum terasa istimewa, mengingat jalurnya masih datar. Sementara kanan kiri rel pemandangan yang terlihat hanyalah perkampungan penduduk. Baru antara Stasiun Jambu-Stasiun Bedono terasa ada yang berbeda. Karena jalan sudah mulai menanjak maka posisi lokomotif diubah. Bila sebelumnya ada di depan, maka posisi lokomotif kini ada di belakang. Jadilah KA bukan ditarik lokomotif, melainkan didorong oleh lokomotif. Jalur Stasiun Jambu-Stasiun Bedono ini berada di ketinggian 693 meter di atas permukaan air laut. Panorama di sepanjang perjalanan semakin luar biasa. Hamparan Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu menjadi latar belakang yang mempesona. Sementara dua gerbong penumpang seluruh dindingnya terbuat dari kayu. Demikian pula tempat duduk penumpang semuanya dari kayu. Di dinding gerbong tak ada kaca jendela. Sehingga penumpang dapat menikmati semilir angin nan sejuk dan pemandangan selama perjalanan. Karena letaknya yang cukup tinggi inilah di sepanjang jalur Stasiun Jambu-Stasiun Bedono ini terdapat rel bergerigi. Fungsinya adalah untuk menahan agar KA tidak mengalami kesulitan menanjaki jalur tersebut. Rel di jalur ini menjadi rel gerigi satu-satunya di Indonesia yang hingga sekarang masih difungsikan. Dari segi usia KA bergerigi ini memang sudah dapat dikatakan uzur. Lokomotifnya buatan Belanda tahun 1902. Berarti umurnya sudah lebih dari 100 tahun. Sementara dua gerbong penumpangnya adalah buatan tahun 1907. Usianya lebih muda lima tahun dibandingkan lokomotifnya.
9. PURO MANGKUNEGARAN
Puro Mangkunagaran dibangun pada tahun 1757, dua tahun setelah dilaksanakan Perundingan Gijanti yang isinya membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Kerajaan Surakarta terpisah setelah Pangeran Raden Mas Said memberontak dan atas dukungan sunan mendirikan kerajaan sendiri. Raden Mas Said memakai gelar Mangkunegoro I dan membangun wilayah kekuasaannya di sebelah barat tepian sungai Pepe di pusat kota yan sekarang bernama Solo. Puro Mangkunagaran yang sebetulnya awalnya lebih tepat disebut tempat kediaman pangeran daripada istana, yang dibangun mengikuti model kraton tetapi bentuknya lebih kecil. Bangunan ini memiliki ciri arsitektur yang sama dengan kraton, yaitu pada pamedan, pendopo, pringgitan, dalem dan kaputran, yang seluruhnya dikelilingi oleh tembok yang kokoh. Sisa peninggalan yang masih tampak jelas pada saat ini adalah perpustakaan yang didirikan pada tahun 1867 oleh Mangkunegoro IV. Perpustakaan tersebut terletak dilantai dua, diatas Kantor Dinas Urusan Istana di sebelah kiri pamedan.
10. WISATA API ALAM MRAPEN
Berkunjung ke objek wisata Api Alam Mrapen bukanlah hal yang sulit karena objek wisata ini terletak dipinggir jalan raya Purwodadi - Semarang. Tiket masuk ditetapkan dengan harga yang murah. Kendaraan dapat parkir di sebuah area terbuka yang cukup luas untuk menampung kendaraan roda dua dan empat. Hal yang pertama kali dicari adalah di mana lokasi keberadaan api Mrapen. Sekilas mata memandang tidak ditemukan sama sekali kobaran api di area ini, karena yang ada hanya setumpuk batu berwarna putih yang tersusun rapi membentuk kerucut. "Mana apinya ?" mungkin itulah pertanyaan yang muncul karena tidak terlihat ada api. Namun, ketika dicoba dengan setumpukan daun kering yang dengan hati-hati diletakkan di dalam rongga dan tak lupa meniupnya, sepintas sebuah jilatan api nampak membakar daun-daun kering tersebut. Rupanya api yang ada terlalu kecil untuk langsung dilihat, perlu ada "bahan bakar" terlebih dahulu agar tampak lebih berkobar. Tak jauh dari lokasi berkobar api terdapat sebuah batu bobot, yang menurut penduduk setempat diyakini akan mampu mengabulkan semua permintaan siapa saja yang bisa mengangkat batu tersebut sambil duduk. batu itu sendiri terletak dalam sebuah cungkup dan terkunci rapat. Disamping batu bobot, di lokasi wisata Api Abadi Mrapen juga terdapat kolam kecil dengan air berwarna hijau beserta gelegak air di tengahnya. Meskipun air tersebut tampak seperti mendidih, namun tidaklah panas karena gelembung-gelembung udara tersebut berasal dari gas yang berada dalam tanah. Api Alam Mrapen pernah digunakan untuk menyalakan obor dalam kegiatan pesta olahraga international (Ganefo I) pada tanggal 1 November 1963 di Jakarta demikian pula untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) X tahun 1989, dan PON XIV tahun 1996. Selain untuk kegiatan penyalaan api olahraga juga digunakan pula untuk upacara hari raya waisak.
Baseline Economic Survey per Kabupaten – Provinsi Jawa Tengah (Peta Interaktif)
1. Kabupaten Brebes
2. Kotamadya Tegal
3. Kabupaten Tegal
4. Kabupaten Pemalang
5. Kotamadya Pekalongan
6. Kabupaten Pekalongan
7. Kabupaten Cilacap
8. Kabupaten Banyumas
9. Kabupaten Purbalingga
10. Kabupaten Banjarnegara
11. Kabupaten Wonosobo
12. Kabupaten Kebumen
13. Kabupaten Purwerejo
14. Kabupaten Temanggung
15. Kabupaten Magelang
16. Kabupaten Jepara
17. Kabupaten Demak
18. Kotamadya Semarang
19. Kabupaten Semarang
20. Kabupaten Pati
21. Kabupaten Kudus
22. Kabupaten Grobogan
23. Kabupaten Blora
24. Kabupaten Sragen
25. Kabupaten Boyolali
26. Kotamadya Salatiga
27. Kotamadya Surakarta
28. Kabupaten Karanganyar
29. Kabupaten Sukoharjo
30. Kabupaten Klaten
31. Kabupaten Wonogiri
32. Kabupaten Batang
Agroindustri Berorientasi Ekspor : Komoditi Unggulan Provinsi Jawa Tengah
Jl. MH. Thamrin 2 Jakarta 10350 Indonesia
Telp : (62-21) 381-7317 Fax : (62-21) 350-1867
© 2004 Hak Cipta Bank Indonesia
Links | Syarat & Kondisi| Kontak BI | Peta Situs
Keajaiban Alam Wisata Alam
Bleduk Kuwu
Terletak di Ds. Kuwu, Kec. Kredenan + 28 Km kearah timur Purwodadi. Keanehan yang ada di obyek wisata ini adalah adanya letupan-letupan lumpur yang airnya mengandung garam, padahal tempat itu letaknya cukup jauh dari laut. Konon menurut cerita rakyat, keanehan itu disebabkan adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan laut selatan. Lubang itu sendiri terjadi dari perjalanan Joko Linglung dari laut selatan menuju Kerajaan Medang Kamolan. Adanya kandungan garam ditempat itu oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk membuat garam secara tradisional dan sangat menarik untuk dinikmati
Mrapen
Terletak di tepi jalan raya Purwodadi-Semarang, berjarak + 26 Km dari kota Purwodadi. Tepatnya di Ds. Manggarmas, Kecamatan Godong. Di komplek ini terdapat beberapa keanehan alam yang dapat dinikmati yaitu Api Abadi; merupakan pesona yang timbul dari keluarnya api dari dalam tanah yang tidak pernah padam walaupun turun hujan. Dari tempat inipula diambil api untuk penyalaan obor dalam kegiatan Pesta Olah Raga Nasional ( GANEPO I ), PON maupun untuk upacara hari raya Waisak.
Pancuran 3 (Telu)
Air panas yang mengandung belerang sangat diminati wisatawan, selain kehangatan juga khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan tulang.
Pancuran 7 (Pitu)
Terletak 2,5 km dari Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyuguhkan keindahan alam dan hutan yang didukung dengan adanya Pancuran 7 sebagai tempat wisata husada.
Halaman utama | Hubungi Kami | Gallery | Buku Tamu | Peta Situs
.. Copyright 2007 Central Java Tourism - Indonesia. All rights reserved
.. Designed by Alfitaone
Terletak di Ds. Kuwu, Kec. Kredenan + 28 Km kearah timur Purwodadi. Keanehan yang ada di obyek wisata ini adalah adanya letupan-letupan lumpur yang airnya mengandung garam, padahal tempat itu letaknya cukup jauh dari laut. Konon menurut cerita rakyat, keanehan itu disebabkan adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan laut selatan. Lubang itu sendiri terjadi dari perjalanan Joko Linglung dari laut selatan menuju Kerajaan Medang Kamolan. Adanya kandungan garam ditempat itu oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk membuat garam secara tradisional dan sangat menarik untuk dinikmati
Mrapen
Terletak di tepi jalan raya Purwodadi-Semarang, berjarak + 26 Km dari kota Purwodadi. Tepatnya di Ds. Manggarmas, Kecamatan Godong. Di komplek ini terdapat beberapa keanehan alam yang dapat dinikmati yaitu Api Abadi; merupakan pesona yang timbul dari keluarnya api dari dalam tanah yang tidak pernah padam walaupun turun hujan. Dari tempat inipula diambil api untuk penyalaan obor dalam kegiatan Pesta Olah Raga Nasional ( GANEPO I ), PON maupun untuk upacara hari raya Waisak.
Pancuran 3 (Telu)
Air panas yang mengandung belerang sangat diminati wisatawan, selain kehangatan juga khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan tulang.
Pancuran 7 (Pitu)
Terletak 2,5 km dari Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyuguhkan keindahan alam dan hutan yang didukung dengan adanya Pancuran 7 sebagai tempat wisata husada.
Halaman utama | Hubungi Kami | Gallery | Buku Tamu | Peta Situs
.. Copyright 2007 Central Java Tourism - Indonesia. All rights reserved
.. Designed by Alfitaone
Keajaiban Alam Wisata Alam
Bleduk Kuwu
Terletak di Ds. Kuwu, Kec. Kredenan + 28 Km kearah timur Purwodadi. Keanehan yang ada di obyek wisata ini adalah adanya letupan-letupan lumpur yang airnya mengandung garam, padahal tempat itu letaknya cukup jauh dari laut. Konon menurut cerita rakyat, keanehan itu disebabkan adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan laut selatan. Lubang itu sendiri terjadi dari perjalanan Joko Linglung dari laut selatan menuju Kerajaan Medang Kamolan. Adanya kandungan garam ditempat itu oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk membuat garam secara tradisional dan sangat menarik untuk dinikmati
Mrapen
Terletak di tepi jalan raya Purwodadi-Semarang, berjarak + 26 Km dari kota Purwodadi. Tepatnya di Ds. Manggarmas, Kecamatan Godong. Di komplek ini terdapat beberapa keanehan alam yang dapat dinikmati yaitu Api Abadi; merupakan pesona yang timbul dari keluarnya api dari dalam tanah yang tidak pernah padam walaupun turun hujan. Dari tempat inipula diambil api untuk penyalaan obor dalam kegiatan Pesta Olah Raga Nasional ( GANEPO I ), PON maupun untuk upacara hari raya Waisak.
Pancuran 3 (Telu)
Air panas yang mengandung belerang sangat diminati wisatawan, selain kehangatan juga khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan tulang.
Pancuran 7 (Pitu)
Terletak 2,5 km dari Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyuguhkan keindahan alam dan hutan yang didukung dengan adanya Pancuran 7 sebagai tempat wisata husada.
Halaman utama | Hubungi Kami | Gallery | Buku Tamu | Peta Situs
.. Copyright 2007 Central Java Tourism - Indonesia. All rights reserved
.. Designed by Alfitaone
Terletak di Ds. Kuwu, Kec. Kredenan + 28 Km kearah timur Purwodadi. Keanehan yang ada di obyek wisata ini adalah adanya letupan-letupan lumpur yang airnya mengandung garam, padahal tempat itu letaknya cukup jauh dari laut. Konon menurut cerita rakyat, keanehan itu disebabkan adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan laut selatan. Lubang itu sendiri terjadi dari perjalanan Joko Linglung dari laut selatan menuju Kerajaan Medang Kamolan. Adanya kandungan garam ditempat itu oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk membuat garam secara tradisional dan sangat menarik untuk dinikmati
Mrapen
Terletak di tepi jalan raya Purwodadi-Semarang, berjarak + 26 Km dari kota Purwodadi. Tepatnya di Ds. Manggarmas, Kecamatan Godong. Di komplek ini terdapat beberapa keanehan alam yang dapat dinikmati yaitu Api Abadi; merupakan pesona yang timbul dari keluarnya api dari dalam tanah yang tidak pernah padam walaupun turun hujan. Dari tempat inipula diambil api untuk penyalaan obor dalam kegiatan Pesta Olah Raga Nasional ( GANEPO I ), PON maupun untuk upacara hari raya Waisak.
Pancuran 3 (Telu)
Air panas yang mengandung belerang sangat diminati wisatawan, selain kehangatan juga khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan tulang.
Pancuran 7 (Pitu)
Terletak 2,5 km dari Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyuguhkan keindahan alam dan hutan yang didukung dengan adanya Pancuran 7 sebagai tempat wisata husada.
Halaman utama | Hubungi Kami | Gallery | Buku Tamu | Peta Situs
.. Copyright 2007 Central Java Tourism - Indonesia. All rights reserved
.. Designed by Alfitaone
Taman Wisata
Puri Maerokoco
Sebuah obyek wisata yang berada di komplek Tawangmas PRPP ini dimaksudkan sebagai Taman Mini Jawa Tengah yang merangkum semua rumah adat yang disebut dengan anjungan dari 35 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Di dalam rumah-rumah tersebut digelar hasil-hasil industri dan kerajinan yang diproduksi oleh masing-masing daerah. Selain menampilkan rumah- rumah adat, obyek wisata ini dilengkapi dengan fasilitas rekreasi air seperti sepeda air, perahu juga kereta bagi pengunjung.
Taman Lele / Kampoeng Wisata
Taman rekreasi yang berada di daerah Kecamatan Tugu ini merupakan taman reptil dengan dilengkapi fasilitas arena permainan anak-anak dan panggung hiburan dan rumah makan. Di sini secara teratur digelar pertunjukan di panggung hiburan berupa tari ular, atraksi-atraksi seperti gulat dengan melawan buaya atau mandi ketonggeng. Taman ini terbuka untuk umum setiap hari.
Taman Budaya Raden Saleh/Wonderia
Tempat yang semula merupakan Taman Hiburan Rakyat sebagai kebun binatang yang dimiliki kota Semarang, kini setelah kebun binatang dipindah ke daerah Tinjomoyo, menjadi Taman Budaya Raden Saleh.
Kampung Jawa Sekatul
Sekatul adalah suatu tempat wisata agro yang bernuansa pedesaan Jawa, yang terletak di kaki gunung Ungaran yang berhawa sejuk. Lokasi tepatnya adalah di dukuh Sekatul, desa Margosari, kecamatan Limbangan, kabupaten Kendal. Sekatul menempati area seluas kurang lebih 10 Ha di perbukitan Medini yang terdiri atas hamparan perbukitan yang penuh pesona, persawahan, perkebunan vanili, strawberry dan kolam pemancingan. Di tempat ini juga ada budidaya tanaman obat-obatan, buah-buahan, bunga, dan beberapa hewan peliharaan dan ternak. Dilengkapi pula tempat singgah berupa joglo singgah dan joglo pandang pandang yang berarsitektur Jawa kuno.
Fasilitas
a. Penginapan keluarga/rombongan
b. Kolam pemancingan
c. Lesehan dan rumah makan
d. Wisata outbound, camping ground
e. Pesta kebun, arisan, ulang tahun
f. Pesta bakaran dan paket pernikahan
g. Selametan weton/ruwatan
h. Seminar, rapat, diklat/latsar
i. Tanaman hias, sayuran, buah
j. Surau
Wisata Edukasi
Untuk mendukung kegiatan wisata yang berorientasi pada pendidikan, kami tawarkan program-program berikut ini.
1. Wisata Keluarga
Program ini merupakan paket keluarga, dimana keluarga diajak untuk saling bekerjasama, berkomunikasi dalam permainan-permainan yang seru dan interaktif.
2. Outbound
Merupakan program menarik yang ditangani oleh instruktur berpengalaman. Paket ini dapat diikuti oleh berbagai kelompok, yaitu; anak-anak, remaja, dan dewasa. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang ulet, kreatif, kooperatif, dan tidak mudah menyerah.
Informasi dan Keterangan
Elly, +62-8157777500
Evy, +62-24-70190799
Taman Kya Langgeng.
Taman wisata yang merupakan perpaduan antara tempat rekreasi dan sarana menambah pengetahuan mi terletak di bagian barat kota menghadap ke panorama indah Gunung Sumbing dan dibatasi oleh Sungai Progo yang mengalir tenang. Taman Kyai Langgeng menempati areal seluas kurang lebih 25 ha, berjarak 1 km dan pusat kota dan sangat mudah dicapai dengan kendaraan umum.
Taman dapat digunakan sebagai sarana untuk merasakan kembali ketentraman kehidupan alam pedesaan, rneninggalkan kebisingan kehidupan kota atau Back to Nature’. Selain suasana yang tenang dan sejuk alami, obyek mi dilengkapi dengan taman yang indah, koleksi patung binatang purba, arena pancing, rumah makan lesehan, taman bermain anak-anak, akuarium berbagai jenis satwa dan yang kecil sampai yang besar, fasilitas rekreasi seperti jet coaster, komidi putar, bianglala, kereta mini, kolam renang, becak air, kuda mini, dli.
Sebagai tempat menambah pengetahuan, Taman Kyai Langgeng menyediakan berbagai koleksi tanaman langka. Namataman mi diambil dan salah seorang pengikut Pangeran Diponegoro yang gigih melawan penjajah Belanda, Kyai Langgeng, yang makamnya ada di dalam areal taman. Kisah perjuangan beliau divisualisasikan dalam bentuk relief.
TAMAN JURUG
Sebuah Taman Rekreasi yang terletak ditepi sungai Bengawan solo, yang terkenal. Selain habitat hewan, taman rekreasi ini dilengkapi juga dengan fasilitas hiburan yang cukup representative, seperti aquarium raksasa dan bangunan pertunjukan seni keroncong.
Owabong
Owabong merupakan objek wisata air yang berlokasi di Bojongsari, kabupaten Purbalingga. Di sini, pengunjung dapat menikmati berbagai wahana air yang disediakan. Kawasan ini sangat cocok untuk lokasi berlibur keluarga. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi alamat dan telepon di bawah ini.
Objek Wisata Air Bojongsari
Jalan Owabong, Bojongsari, Purbalingga, Jawa Tengah
Telepon: (+62-281)7617062, 7617063
Fax: (+62-281)6596967
Taman Rekrasi Taman Marga Satwa Seruling Mas
Taman Seruling Mas terletak di komplek Makam Ki Ageng Selamanik, di lembah sungai Serayu 1 km sebelah utara kota Banjarnegara. Sarana wisata yang ada di Taman Rekreasi Margasatawa Selamanik Seruling Mas antara lain:
Taman satwa Arena permainan anak, Panggung hiburan Wisata arena pemancingan umum, Padepokan pencak silat . Koiam renang bertaraf
International .
Taman Aquarium Purbasari - Pancuran Mas
Kalau di Jakarta ada Sea Word, maka di Purbalingga memilike River Word. Disini ditampilkan lebih dari 40 jenis ikan air tawar yang ditampung di aquarium-aquarium yang ditata sangat menarik. Salah satu andalan dari obyek wisata ini adalah 3 ikan arwana raksasa sepanjang lebih dari 2 meter. Selain obyek wisata aquarium, juga ada arena bermain termasuk water boom atau plorotan.
Sebuah obyek wisata yang berada di komplek Tawangmas PRPP ini dimaksudkan sebagai Taman Mini Jawa Tengah yang merangkum semua rumah adat yang disebut dengan anjungan dari 35 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Di dalam rumah-rumah tersebut digelar hasil-hasil industri dan kerajinan yang diproduksi oleh masing-masing daerah. Selain menampilkan rumah- rumah adat, obyek wisata ini dilengkapi dengan fasilitas rekreasi air seperti sepeda air, perahu juga kereta bagi pengunjung.
Taman Lele / Kampoeng Wisata
Taman rekreasi yang berada di daerah Kecamatan Tugu ini merupakan taman reptil dengan dilengkapi fasilitas arena permainan anak-anak dan panggung hiburan dan rumah makan. Di sini secara teratur digelar pertunjukan di panggung hiburan berupa tari ular, atraksi-atraksi seperti gulat dengan melawan buaya atau mandi ketonggeng. Taman ini terbuka untuk umum setiap hari.
Taman Budaya Raden Saleh/Wonderia
Tempat yang semula merupakan Taman Hiburan Rakyat sebagai kebun binatang yang dimiliki kota Semarang, kini setelah kebun binatang dipindah ke daerah Tinjomoyo, menjadi Taman Budaya Raden Saleh.
Kampung Jawa Sekatul
Sekatul adalah suatu tempat wisata agro yang bernuansa pedesaan Jawa, yang terletak di kaki gunung Ungaran yang berhawa sejuk. Lokasi tepatnya adalah di dukuh Sekatul, desa Margosari, kecamatan Limbangan, kabupaten Kendal. Sekatul menempati area seluas kurang lebih 10 Ha di perbukitan Medini yang terdiri atas hamparan perbukitan yang penuh pesona, persawahan, perkebunan vanili, strawberry dan kolam pemancingan. Di tempat ini juga ada budidaya tanaman obat-obatan, buah-buahan, bunga, dan beberapa hewan peliharaan dan ternak. Dilengkapi pula tempat singgah berupa joglo singgah dan joglo pandang pandang yang berarsitektur Jawa kuno.
Fasilitas
a. Penginapan keluarga/rombongan
b. Kolam pemancingan
c. Lesehan dan rumah makan
d. Wisata outbound, camping ground
e. Pesta kebun, arisan, ulang tahun
f. Pesta bakaran dan paket pernikahan
g. Selametan weton/ruwatan
h. Seminar, rapat, diklat/latsar
i. Tanaman hias, sayuran, buah
j. Surau
Wisata Edukasi
Untuk mendukung kegiatan wisata yang berorientasi pada pendidikan, kami tawarkan program-program berikut ini.
1. Wisata Keluarga
Program ini merupakan paket keluarga, dimana keluarga diajak untuk saling bekerjasama, berkomunikasi dalam permainan-permainan yang seru dan interaktif.
2. Outbound
Merupakan program menarik yang ditangani oleh instruktur berpengalaman. Paket ini dapat diikuti oleh berbagai kelompok, yaitu; anak-anak, remaja, dan dewasa. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang ulet, kreatif, kooperatif, dan tidak mudah menyerah.
Informasi dan Keterangan
Elly, +62-8157777500
Evy, +62-24-70190799
Taman Kya Langgeng.
Taman wisata yang merupakan perpaduan antara tempat rekreasi dan sarana menambah pengetahuan mi terletak di bagian barat kota menghadap ke panorama indah Gunung Sumbing dan dibatasi oleh Sungai Progo yang mengalir tenang. Taman Kyai Langgeng menempati areal seluas kurang lebih 25 ha, berjarak 1 km dan pusat kota dan sangat mudah dicapai dengan kendaraan umum.
Taman dapat digunakan sebagai sarana untuk merasakan kembali ketentraman kehidupan alam pedesaan, rneninggalkan kebisingan kehidupan kota atau Back to Nature’. Selain suasana yang tenang dan sejuk alami, obyek mi dilengkapi dengan taman yang indah, koleksi patung binatang purba, arena pancing, rumah makan lesehan, taman bermain anak-anak, akuarium berbagai jenis satwa dan yang kecil sampai yang besar, fasilitas rekreasi seperti jet coaster, komidi putar, bianglala, kereta mini, kolam renang, becak air, kuda mini, dli.
Sebagai tempat menambah pengetahuan, Taman Kyai Langgeng menyediakan berbagai koleksi tanaman langka. Namataman mi diambil dan salah seorang pengikut Pangeran Diponegoro yang gigih melawan penjajah Belanda, Kyai Langgeng, yang makamnya ada di dalam areal taman. Kisah perjuangan beliau divisualisasikan dalam bentuk relief.
TAMAN JURUG
Sebuah Taman Rekreasi yang terletak ditepi sungai Bengawan solo, yang terkenal. Selain habitat hewan, taman rekreasi ini dilengkapi juga dengan fasilitas hiburan yang cukup representative, seperti aquarium raksasa dan bangunan pertunjukan seni keroncong.
Owabong
Owabong merupakan objek wisata air yang berlokasi di Bojongsari, kabupaten Purbalingga. Di sini, pengunjung dapat menikmati berbagai wahana air yang disediakan. Kawasan ini sangat cocok untuk lokasi berlibur keluarga. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi alamat dan telepon di bawah ini.
Objek Wisata Air Bojongsari
Jalan Owabong, Bojongsari, Purbalingga, Jawa Tengah
Telepon: (+62-281)7617062, 7617063
Fax: (+62-281)6596967
Taman Rekrasi Taman Marga Satwa Seruling Mas
Taman Seruling Mas terletak di komplek Makam Ki Ageng Selamanik, di lembah sungai Serayu 1 km sebelah utara kota Banjarnegara. Sarana wisata yang ada di Taman Rekreasi Margasatawa Selamanik Seruling Mas antara lain:
Taman satwa Arena permainan anak, Panggung hiburan Wisata arena pemancingan umum, Padepokan pencak silat . Koiam renang bertaraf
International .
Taman Aquarium Purbasari - Pancuran Mas
Kalau di Jakarta ada Sea Word, maka di Purbalingga memilike River Word. Disini ditampilkan lebih dari 40 jenis ikan air tawar yang ditampung di aquarium-aquarium yang ditata sangat menarik. Salah satu andalan dari obyek wisata ini adalah 3 ikan arwana raksasa sepanjang lebih dari 2 meter. Selain obyek wisata aquarium, juga ada arena bermain termasuk water boom atau plorotan.
== Teori Perdagangan Internasional ==
Menurut '''[[Amir M.S]]'''., bila dibandingkan dengan pelaksanaan [[perdagangan]] di dalam negeri, perdagangan [[internasional]] sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor.
Selain itu, kesulitan lainnya timbul karena adanya perbedaan budaya, [[bahasa]], [[mata uang]], taksiran dan timbangan, dan [[hukum]] dalam perdagangan.
=== Model Ricardian ===
[[Model Ricardian]] memfokuskan pada [[kelebihan komparatif]] dan mungkin merupakan konsep paling penting dalam teori pedagangan internasional. Dalam Sebuah model Ricardian, negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi. Tidak seperti model lainnya, rangka kerja model ini memprediksi dimana negara-negara akan menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi bermacam barang komoditas. Juga, model Ricardian tidak secara langsung memasukan faktor pendukung, seperti jumlah relatif dari buruh dan modal dalam negara.
===Model Heckscher-Ohlin ===
[[Model Heckscgher-Ohlin]] dibuat sebagai alternatif dari model Ricardian dan dasar kelebihan komparatif. Mengesampingkan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit model ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat. Bagaimanapun, dari sebuah titik pandangan teoritis model tersebut tidak memberikan solusi yang elegan dengan memakai mekanisme harga neoklasikal kedalam teori perdagangan internasional.
Teori ini berpendapat bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukan oleh perbedaan dalam [[faktor]] [[pendukung]]. Model ini memperkirakan kalau negara-negara akan meng[[ekspor]] [[barang (ekonomi)|barang]] yang membuat penggunaan intensif dari faktor pemenuh kebutuhan dan akan mengimpor barang yang akan menggunakan faktor lokal yang langka secara intensif. Masalah empiris dengan model H-o, dikenal sebagai [[Pradoks Leotief]], yang dibuka dalam uji empiris oleh [[Wassily Leontief]] yang menemukan bahwa Amerika Serikat lebih cenderung untuk mengekspor barang buruh intensif dibanding memiliki kecukupan modal.
=== Faktor Spesifik ===
Dalam model ini, mobilitas buruh antara industri satu dan yang lain sangatlah mungkin ketika modal tidak bergerak antar industri pada satu masa pendek. Faktor spesifik merujuk ke pemberian yaitu dalam faktor spesifik jangka pendek dari produksi, seperti modal fisik, tidak secara mudah dipindahkan antar industri. Teori mensugestikan jika ada peningkatan dalam harga sebuah barang, pemilik dari faktor produksi spesifik ke barang tersebut akan untuk pada ''term'' sebenarnya. Sebagai tambahan, pemilik dari faktor produksi spesifik berlawanan (seperti buruh dan modal) cenderung memiliki agenda bertolak belakang ketika melobi untuk pengednalian atas imigrasi buruh. Hubungan sebaliknya, kedua pemilik keuntungan bagi pemodal dan buruh dalam kenyataan membentuk sebuah peningkatan dalam pemenuhan modal. Model ini ideal untuk industri tertentu. Model ini cocok untuk memahami distribusi pendapatan tetapi tidak untuk menentukan pola pedagangan.
=== Model Gravitasi ===
[[Model gravitasi perdagangan]] menyajikan sebuah analisa yang lebih empiris dari pola perdagangan dibanding model yang lebih teoritis diatas. Model gravitasi, pada bentuk dasarnya, menerka perdagangan berdasarkan jarak antar negara dan interaksi antar negara dalam ukuran ekonominya. Model ini meniru [[hukum gravitasi]] Newton yang juga memperhitungkan jarak dan ukuran fisik diantara dua benda. Model ini telah terbukti menjadi kuat secara empiris oleh analisa [[ekonometri]]. Faktor lain seperti tingkat pendapatan, hubungan diplomatik, dan kebijakan perdagangan juga dimasukkan dalam versi lebih besar dari model ini.
Menurut '''[[Amir M.S]]'''., bila dibandingkan dengan pelaksanaan [[perdagangan]] di dalam negeri, perdagangan [[internasional]] sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor.
Selain itu, kesulitan lainnya timbul karena adanya perbedaan budaya, [[bahasa]], [[mata uang]], taksiran dan timbangan, dan [[hukum]] dalam perdagangan.
=== Model Ricardian ===
[[Model Ricardian]] memfokuskan pada [[kelebihan komparatif]] dan mungkin merupakan konsep paling penting dalam teori pedagangan internasional. Dalam Sebuah model Ricardian, negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi. Tidak seperti model lainnya, rangka kerja model ini memprediksi dimana negara-negara akan menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi bermacam barang komoditas. Juga, model Ricardian tidak secara langsung memasukan faktor pendukung, seperti jumlah relatif dari buruh dan modal dalam negara.
===Model Heckscher-Ohlin ===
[[Model Heckscgher-Ohlin]] dibuat sebagai alternatif dari model Ricardian dan dasar kelebihan komparatif. Mengesampingkan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit model ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat. Bagaimanapun, dari sebuah titik pandangan teoritis model tersebut tidak memberikan solusi yang elegan dengan memakai mekanisme harga neoklasikal kedalam teori perdagangan internasional.
Teori ini berpendapat bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukan oleh perbedaan dalam [[faktor]] [[pendukung]]. Model ini memperkirakan kalau negara-negara akan meng[[ekspor]] [[barang (ekonomi)|barang]] yang membuat penggunaan intensif dari faktor pemenuh kebutuhan dan akan mengimpor barang yang akan menggunakan faktor lokal yang langka secara intensif. Masalah empiris dengan model H-o, dikenal sebagai [[Pradoks Leotief]], yang dibuka dalam uji empiris oleh [[Wassily Leontief]] yang menemukan bahwa Amerika Serikat lebih cenderung untuk mengekspor barang buruh intensif dibanding memiliki kecukupan modal.
=== Faktor Spesifik ===
Dalam model ini, mobilitas buruh antara industri satu dan yang lain sangatlah mungkin ketika modal tidak bergerak antar industri pada satu masa pendek. Faktor spesifik merujuk ke pemberian yaitu dalam faktor spesifik jangka pendek dari produksi, seperti modal fisik, tidak secara mudah dipindahkan antar industri. Teori mensugestikan jika ada peningkatan dalam harga sebuah barang, pemilik dari faktor produksi spesifik ke barang tersebut akan untuk pada ''term'' sebenarnya. Sebagai tambahan, pemilik dari faktor produksi spesifik berlawanan (seperti buruh dan modal) cenderung memiliki agenda bertolak belakang ketika melobi untuk pengednalian atas imigrasi buruh. Hubungan sebaliknya, kedua pemilik keuntungan bagi pemodal dan buruh dalam kenyataan membentuk sebuah peningkatan dalam pemenuhan modal. Model ini ideal untuk industri tertentu. Model ini cocok untuk memahami distribusi pendapatan tetapi tidak untuk menentukan pola pedagangan.
=== Model Gravitasi ===
[[Model gravitasi perdagangan]] menyajikan sebuah analisa yang lebih empiris dari pola perdagangan dibanding model yang lebih teoritis diatas. Model gravitasi, pada bentuk dasarnya, menerka perdagangan berdasarkan jarak antar negara dan interaksi antar negara dalam ukuran ekonominya. Model ini meniru [[hukum gravitasi]] Newton yang juga memperhitungkan jarak dan ukuran fisik diantara dua benda. Model ini telah terbukti menjadi kuat secara empiris oleh analisa [[ekonometri]]. Faktor lain seperti tingkat pendapatan, hubungan diplomatik, dan kebijakan perdagangan juga dimasukkan dalam versi lebih besar dari model ini.
Selasa, 15 Januari 2008
OBJEK WISATA
PEMANDIAN AIR PANAS “GUCI”
Berawal dan cerita rakyat, GUCI adalah salah satu petilasan Sunan Gunungjati dalam menyiarkan Agama Islam. Beliau berkenan meninggalkan sebuah Guci dengan maksud agar masyarakat setempat dapat memanfaatkan airnya untuk kehidupan sehari-hari dan untuk dapat menyembuhkan segala penyakit, yang sampai sekarang masih diyakini akan khasiat dan manfaatnya.
Teristimewa lagi sifat air panasnya yang jernih, tidak berbau dan tidak berwarna. Objek wisata Guci terletak di lereng Gunung Slamet dengan ketinggian ± 1.050 m dan permukaan laut.
Pada pengembangan tahap III dnegan mempenluas areal ± 100 ha. Adapun fasilitas meliputi penginapan, wisata alam, olah raga, wisata hutan kolam renang air panas, pemandian terbuka air panas, wisata Goa dan sebagainya.
Jarak tempuh dan terminal bus Kota Tegal ± 47 km ke arah selatan Jurusan Purwokerto. Dapat ditempuh dengan kendaraan umum antara lain bus, colt mini atau mobil omprengan.
Baturaden
Lokawisata Baturaden terbentang di sebelah selatan Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 m permukaan laut. Baturaden terletak hanya 14 km da Purwokerto yang dihubungkan dengan jalan yang me Di tempat wisata ini Anda dapat menikmati peman indah& udara pegunungan yang segar dengan suh Celcius 250 Celcius. Sedangkan, Gunung Slamet ii ketinggian 3.428 m, merupakan gunung berapi te dan gunung tertinggi ke 2 di Jawa. Jika cuacanya bagus, Kota Purwokerto dapat terlihat dari Baturaden, begitu juga dengan Cilacap dan Nusa Kambangan. Ketika kita melihat gunung Slamet, kita dapat melihat lereng gunung Slamet yang ditutupi oleh hutan Heterogen.
BATU RADEN berasal dari dua kata yaitu Batur yang dalam bahasa Jawa Pembantu, Teman, atau Bukit & Raden yang dalam bahasa Jawa juga berarti Bangsawan. Cerita tentang Baturraden a versi. yaitu versi Kadipaten Kutaliman & versiMaulana Maghribi.
BANDUNGAN
Berada di Kelurahan Bandungan Kecamatan Ambarawa yang berjarak 7 Km dari Kota Ambarawa dan 9 Km dari kota Ungaran. Bandungan mempunyai wisata yang cukup lengkap meliputi wisata alam wisata olah raga, taman bunga, areal perkemahan, pasar buah dan sayur serta tempat peristirahatan yang dilengkapi hotel berbintang dan melati.
KOPENG KARTIKA WISATA
Wisata alam ini mempunyai pemandangan yang indah dan hawa yang sejuk. Disekitar lokasi terdapat pasar buah dan sayur, hotel, rumah makan, kolam renang dengan sumber air dari pengunungan. Lokasinyapun mudah dijangkau karena dilalui jalur bus Magelang - Salatiga, tepatnya terletak di Desa Kopeng Kecamatan Getasan sekitar 24 Km dari kota Salatiga
TAWANGMANGU
Obyek wisata di Kabupaten Karanganyar yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan manca negara, mudah dikunjungi dengan berbagai kendaraan. Suatu kawasan hutan yang banyak ditumbuhi berbagai jenis pohon hutan dan dihuni oleh sekelompok kerajinak.
Sebagai spesifikasi hutan wisata ni adalah dengan adanya Air Terjun setinggi 81 meter yang terkenal dengan Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu. Perpaduan serasi antara hutan dan air terjun merupakan daya tank tersendiri bagi wisatawan.
Taman Binatang, Kolam Renang, Shelter, Warung Makan, Kios Buah-buahan dan Cinderamata, Mushola dan MCK merupakan fasilitas pendukung Hutan Wisata yang berkali-kali menjadi Obyek Wisata Teladan Tingkat Propinsi Jawa Tengah.
COLO
Obyek wisata colo dengan ketinggian tanah + 700 m , terdapat pemandangan yang indah dan udara yang sejuk terletak 18 km arah utara kota Kudus. Di kawasan Colo juga terdapat air terjun Monthel, Makam dan Masjid Sunan Muria salah seorang Walisongo, Villa Pemda untuk umum dan Wana Wisata Kajar + 1,5 km sebelum colo. Saat ini obyek wisata Colo belum dikelola secara optimal sehingga masih memungkinkan untuk dikembangkan sebagai obyek Wisata alam sekaligus spiritual, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan Asli Daerah ( PAD ) yang cukup potensial di sector Pariwisata.
Halaman utama | Hubungi Kami | Gallery | Buku Tamu | Peta Situs
.. Copyright 2007 Central Java Tourism - Indonesia. All rights reserved
.. Designed by Alfitaone
Berawal dan cerita rakyat, GUCI adalah salah satu petilasan Sunan Gunungjati dalam menyiarkan Agama Islam. Beliau berkenan meninggalkan sebuah Guci dengan maksud agar masyarakat setempat dapat memanfaatkan airnya untuk kehidupan sehari-hari dan untuk dapat menyembuhkan segala penyakit, yang sampai sekarang masih diyakini akan khasiat dan manfaatnya.
Teristimewa lagi sifat air panasnya yang jernih, tidak berbau dan tidak berwarna. Objek wisata Guci terletak di lereng Gunung Slamet dengan ketinggian ± 1.050 m dan permukaan laut.
Pada pengembangan tahap III dnegan mempenluas areal ± 100 ha. Adapun fasilitas meliputi penginapan, wisata alam, olah raga, wisata hutan kolam renang air panas, pemandian terbuka air panas, wisata Goa dan sebagainya.
Jarak tempuh dan terminal bus Kota Tegal ± 47 km ke arah selatan Jurusan Purwokerto. Dapat ditempuh dengan kendaraan umum antara lain bus, colt mini atau mobil omprengan.
Baturaden
Lokawisata Baturaden terbentang di sebelah selatan Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 m permukaan laut. Baturaden terletak hanya 14 km da Purwokerto yang dihubungkan dengan jalan yang me Di tempat wisata ini Anda dapat menikmati peman indah& udara pegunungan yang segar dengan suh Celcius 250 Celcius. Sedangkan, Gunung Slamet ii ketinggian 3.428 m, merupakan gunung berapi te dan gunung tertinggi ke 2 di Jawa. Jika cuacanya bagus, Kota Purwokerto dapat terlihat dari Baturaden, begitu juga dengan Cilacap dan Nusa Kambangan. Ketika kita melihat gunung Slamet, kita dapat melihat lereng gunung Slamet yang ditutupi oleh hutan Heterogen.
BATU RADEN berasal dari dua kata yaitu Batur yang dalam bahasa Jawa Pembantu, Teman, atau Bukit & Raden yang dalam bahasa Jawa juga berarti Bangsawan. Cerita tentang Baturraden a versi. yaitu versi Kadipaten Kutaliman & versiMaulana Maghribi.
BANDUNGAN
Berada di Kelurahan Bandungan Kecamatan Ambarawa yang berjarak 7 Km dari Kota Ambarawa dan 9 Km dari kota Ungaran. Bandungan mempunyai wisata yang cukup lengkap meliputi wisata alam wisata olah raga, taman bunga, areal perkemahan, pasar buah dan sayur serta tempat peristirahatan yang dilengkapi hotel berbintang dan melati.
KOPENG KARTIKA WISATA
Wisata alam ini mempunyai pemandangan yang indah dan hawa yang sejuk. Disekitar lokasi terdapat pasar buah dan sayur, hotel, rumah makan, kolam renang dengan sumber air dari pengunungan. Lokasinyapun mudah dijangkau karena dilalui jalur bus Magelang - Salatiga, tepatnya terletak di Desa Kopeng Kecamatan Getasan sekitar 24 Km dari kota Salatiga
TAWANGMANGU
Obyek wisata di Kabupaten Karanganyar yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan manca negara, mudah dikunjungi dengan berbagai kendaraan. Suatu kawasan hutan yang banyak ditumbuhi berbagai jenis pohon hutan dan dihuni oleh sekelompok kerajinak.
Sebagai spesifikasi hutan wisata ni adalah dengan adanya Air Terjun setinggi 81 meter yang terkenal dengan Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu. Perpaduan serasi antara hutan dan air terjun merupakan daya tank tersendiri bagi wisatawan.
Taman Binatang, Kolam Renang, Shelter, Warung Makan, Kios Buah-buahan dan Cinderamata, Mushola dan MCK merupakan fasilitas pendukung Hutan Wisata yang berkali-kali menjadi Obyek Wisata Teladan Tingkat Propinsi Jawa Tengah.
COLO
Obyek wisata colo dengan ketinggian tanah + 700 m , terdapat pemandangan yang indah dan udara yang sejuk terletak 18 km arah utara kota Kudus. Di kawasan Colo juga terdapat air terjun Monthel, Makam dan Masjid Sunan Muria salah seorang Walisongo, Villa Pemda untuk umum dan Wana Wisata Kajar + 1,5 km sebelum colo. Saat ini obyek wisata Colo belum dikelola secara optimal sehingga masih memungkinkan untuk dikembangkan sebagai obyek Wisata alam sekaligus spiritual, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan Asli Daerah ( PAD ) yang cukup potensial di sector Pariwisata.
Halaman utama | Hubungi Kami | Gallery | Buku Tamu | Peta Situs
.. Copyright 2007 Central Java Tourism - Indonesia. All rights reserved
.. Designed by Alfitaone
PAKET WISATA
Selamat Malam !
Selasa, 15 Januari 2008
Sejarah
Tentang Jawa Tengah
Menuju ke
Jawa Tengah
Imigrasi
Link Kota/Kabupaten
Statistik
Tujuan Wisata
Kalender Acara
Paket Wisata
Souvenir Kerajinan
Akomodasi
Tranportasi Umum
Restoran
Peta Wisata
Biro Wisata
Link Wisata
Rumah Sakit
Kantor Polisi
Informasi Mata Uang
Informasi Cuaca
Wikipedia
Mitra Praja Utama
Java Tourism Information
Indowoodballorg
Web Design & Hosting
Uniques today: 1
Total Unique Hits: 6865
Packages Tour - Sangiran Prehistoric (8 hours)
Visiting the site of numerous fossils which have been discovered embedded in layers of limestone.
There are has received special attention since the unearthing of the skeleton of Solo Man (Homo Soloensis).
The museum displays a fascinating collection of ancient teeth, horns, bones, tusks, etc.
Paket Wisata yang ada di Jawa Tengah :
1. Wisata Kota Semarang (8 jam)
2. Wisata Candi Borobudur (8 jam)
3. Dataran Tinggi Dieng (9 jam)
4. Candi Gedongsongo (5 jam)
5. Wisata Kepulauan Karimunjawa (7 hari / 6 malam)
6. Wisata Kota Solo (seharian)
7. Wisata Kerajinan di Solo (8 jam)
8. Wisata Sore Kota Solo (4 jam)
9. Musium Prasejarah Sangiran (4 jam)
10. Wisata Tawangmangu & Danau Sarangan (10 jam)
11. Gunung Merapi (12 jam)
12. Wisata Perkebunan Tlogo dan Musium KA Ambarawa
(5 hari / 4 malam)
13. Wisata Ziarah
Halaman utama | Hubungi Kami | Gallery | Buku Tamu | Peta Situs
.. Copyright 2007 Central Java Tourism - Indonesia. All rights reserved
.. Designed by Alfitaone
Selasa, 15 Januari 2008
Sejarah
Tentang Jawa Tengah
Menuju ke
Jawa Tengah
Imigrasi
Link Kota/Kabupaten
Statistik
Tujuan Wisata
Kalender Acara
Paket Wisata
Souvenir Kerajinan
Akomodasi
Tranportasi Umum
Restoran
Peta Wisata
Biro Wisata
Link Wisata
Rumah Sakit
Kantor Polisi
Informasi Mata Uang
Informasi Cuaca
Wikipedia
Mitra Praja Utama
Java Tourism Information
Indowoodballorg
Web Design & Hosting
Uniques today: 1
Total Unique Hits: 6865
Packages Tour - Sangiran Prehistoric (8 hours)
Visiting the site of numerous fossils which have been discovered embedded in layers of limestone.
There are has received special attention since the unearthing of the skeleton of Solo Man (Homo Soloensis).
The museum displays a fascinating collection of ancient teeth, horns, bones, tusks, etc.
Paket Wisata yang ada di Jawa Tengah :
1. Wisata Kota Semarang (8 jam)
2. Wisata Candi Borobudur (8 jam)
3. Dataran Tinggi Dieng (9 jam)
4. Candi Gedongsongo (5 jam)
5. Wisata Kepulauan Karimunjawa (7 hari / 6 malam)
6. Wisata Kota Solo (seharian)
7. Wisata Kerajinan di Solo (8 jam)
8. Wisata Sore Kota Solo (4 jam)
9. Musium Prasejarah Sangiran (4 jam)
10. Wisata Tawangmangu & Danau Sarangan (10 jam)
11. Gunung Merapi (12 jam)
12. Wisata Perkebunan Tlogo dan Musium KA Ambarawa
(5 hari / 4 malam)
13. Wisata Ziarah
Halaman utama | Hubungi Kami | Gallery | Buku Tamu | Peta Situs
.. Copyright 2007 Central Java Tourism - Indonesia. All rights reserved
.. Designed by Alfitaone
Wisata Kota Solo
A morning tour visiting Radya Pustaka Museum, founded on 28th October 1890. It's a small museum housed in attractive building, contains a collection of Wayang Kulit, Topeng, Gamelan, Royal Barge figure heads and some Hindu sculptures. Proceed Mangkunegara II and completed in 1866. the Place contains a priceless art collection, including gold and bronze articles from Majapahit and Mataram era.
Continue to Triwindu Flea Market. This is the authentic flea market in Central Java and wonderful place to browse through the pile goods. There are some antiques to be found and bargaining is essential
Onward to Serengan Wood Caving village artist can be seen skillfully carving on either teak or mahogany. After that, visiting Keris processing. Keris is an integral of Javanese ceremony and ritual. It's worm by men for special occasions and traditional rites. The Keris itself another magical, mysterious product of ancient Java.
Our highlight of the journey is visiting and shopping Batik classical and modern design both "tulus" and "cap" that can be found at the chain store with fixed price.
Continue to Triwindu Flea Market. This is the authentic flea market in Central Java and wonderful place to browse through the pile goods. There are some antiques to be found and bargaining is essential
Onward to Serengan Wood Caving village artist can be seen skillfully carving on either teak or mahogany. After that, visiting Keris processing. Keris is an integral of Javanese ceremony and ritual. It's worm by men for special occasions and traditional rites. The Keris itself another magical, mysterious product of ancient Java.
Our highlight of the journey is visiting and shopping Batik classical and modern design both "tulus" and "cap" that can be found at the chain store with fixed price.
Wisata Kota Semarang
Leaving hotel for visiting the old city of Semarang where you can find an interesting complex of old building with European architecture which were built by Dutch Colonial ruler. Here you find as well the old Christian Church (Gereja Blenduk) which was built in 1753.
The next stop will be at Mandala Bakti Museum. It houses weapon from traditional pointed bamboos to imported guns which were used in the battle against the colonial.
Another museum to visit is the Ronggowarsito Museum. It offers historical, pre historical, archeological aspects of Central Java with its extensive collection of artifacts, relics and fossils.
Puri Maerokoco is another attraction to visit. It is presented on a man made island of the miniature of Central Java. There are 35 pavilions of 35 district of the Central Java Province, they describe the specific architecture design buildings of each district and exhibit various kinds of tourist attraction of its own such as photo display, handicraft, traditional attire, specific local snack and drink. Lunch serve in route at a city restaurant.
Afterwards you may go shopping at the Dekranas Handicraft Shop at Jl. Ki Mangunsarkoro or buy local specific snack such as as wingko Babat, Bandeng Presto, Loenpia, etc at Jl Pandanaran. The excursion ends at a visit at herb (jamu) factory to observe Javanese herb making.
The next stop will be at Mandala Bakti Museum. It houses weapon from traditional pointed bamboos to imported guns which were used in the battle against the colonial.
Another museum to visit is the Ronggowarsito Museum. It offers historical, pre historical, archeological aspects of Central Java with its extensive collection of artifacts, relics and fossils.
Puri Maerokoco is another attraction to visit. It is presented on a man made island of the miniature of Central Java. There are 35 pavilions of 35 district of the Central Java Province, they describe the specific architecture design buildings of each district and exhibit various kinds of tourist attraction of its own such as photo display, handicraft, traditional attire, specific local snack and drink. Lunch serve in route at a city restaurant.
Afterwards you may go shopping at the Dekranas Handicraft Shop at Jl. Ki Mangunsarkoro or buy local specific snack such as as wingko Babat, Bandeng Presto, Loenpia, etc at Jl Pandanaran. The excursion ends at a visit at herb (jamu) factory to observe Javanese herb making.
Selasa, 01 Januari 2008
Pangandaran
EVENTS
DATA LENGKAP LOKASI WISATA Pangandaran
Pangandaran
Pantai Pangandaran Pantai Pangandaran Monyet Pangandaran Rusa Pangandaran
* Keadaan Umum
* Potensi Wilayah
* Potensi Wisata
* Sejarah Kawasan
* Fasilitas
* Aksebilitas
Jenis : TWA
Luas : 20 ha
Ketinggian : 0-50 m (dpl)
Suhu : 29-30 °C
Curah hujan : 3196 mm/thn
Topografi : landai
Kota terdekat : Ciamis
Jarak dari kota terdekat : 20 km
Ket : WH (Wisata Harian), WB (Wisata Bermalam), BP (Bumi Perkemahan), TWA (Taman Wisata Alam)
Keadaan Umum
Taman Wisata Alam Pangandaran ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 170/Kpts/Um/3/1978 tanggal 10 Maret 1978 dengan luas 37,7 ha.secara geografis terletak
pada 1080 30’ – 109o00 BT dan 7oLS, sedangkan berdasarkan administrasi pemerintahan termasuk wilayah Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis. Menurut administrasi pengelolaan hutan Perum Perhutani termasuk BKPH Pangandaran KPH Ciamis.
Kawasan ini terletak pada bagian utara dari Pananjung Pangandaran, sebagian besar bertopografi landai dan pada beberapa tempat terdapat tonjolan-tonjolan bukit kapur yang terjal. Ketinggian tempat kawasan berada antara 0 – 20 m dpl.
Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, Kamojang dan sekitarnya termasuk tipe iklim A dengan curah hujan rata-rata 3196 mm per tahun. Temperatur udara minimum 250C, maksimum sebesar 30oC, dan kelembaban sebesar 80 – 90%.
Potensi Wilayah
Kawasan TWA Pangandaran merupakan hutan sekunder tua yang berumur antara 50 – 60 tahun mendominasi kawasan TWA Pangandaran. Selebihnya adalah sisa-sisa hutan primer yang tidak luas dan terpencar letaknya, serta sedikit hutan pantai.
Pohon-pohon di hutan sekunder tua di dalam kawasan TWA Pangandaran memiliki ketinggian rata-rata antara 25 – 35 m, dengan jenis-jenis yang dominan diantaranya Laban (Vitex pubescens). Ki segel (Dillenia excelsa) dan marong (Cratoxylon formosum), juga terdapat beberapa jenis pohon peninggalan hutan
primer seperti Pohpohan (Buchania arborescens), Kondang (Ficus variegata), dan Benda (Disoxyllum caulostachyllum). Pohon-pohon tersebut umumnya ditandai oleh tumbuhnya jenis tumbuhan liana dan epifit.
Hutan pantai hanya terdapat di bagian timur dan barat kawasan. Ditumbuhi pohon formasi Barringtonia, seperti Butun (Barringtonia aseatica), Ketapang (Terminalia catappa), Nyamplung (Callophyllum inophyllum) dan Waru Laut (Hibiscus tiliaceus).
Dengan berbagai ragam floranya, kawasan taman wisata alam Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar. Jenis satwa liar yang dapat dijumpai pada kawasan ini antara lain : Tando ( Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung
(Presbytis cristata), kalong (Pteropus campyrus), Banteng (Bos sondaicus), Rusa (Cervus timorensis), kancil (Tragulus javanica), dan landak (Hystrix javanica).
Sedangkan jenis-jenis burung yang dapat dijumpai antara lain burung Canghegar (gallus varius), Tlungtumpuk (Magalaema javensis), Cipeuw (Aegitina tiphia), Larwo (Copsychus malaharicus) dan jogjog (Pycnonotus plumosus).
Jenis Amphibi yang dapat ditemui diantaranya adalah Katak pohon (Rhacopnorus leucomistak), Katak buduk (Bufo melanostictus), dan Bancet (Rana limnocharis). Sedangkan jenis Reptilia yang dapat ditemui diantaranya adalah Biawak (Dracopolon sp), tokek (Gecko gecko) dan beberapa jenis ular, antara lain Ular pucuk (Dryopsis prasinus).
Potensi Wisata
Selain obyek wisata berupa hutan alam maupun tanaman, daya tarik yang lain adalah pantai pasir putih, goa alam dan peninggalan sejarah serta Batu Kalde. Berikut uraian dari masing-masing obyek wisata alam tersebut.
a. GUA KERAMAT ATAU GUA PARAT
Menurut cerita gua ini dahulunya merupakan untuk bertapa dan bersemedi oleh beberapa Pangeran dari Mesir yaitu Pengeran Kesepuluh (Syech Ahmad), Pangeran Kanoman (Syech Muhammad), Pangeran Maja Agung dan Pangeran Raja Sumenda
Pangeran Maja Agung mempunyai istri empat yang salah satu istrinya bernama Dewi Cimilar Putri Jin, mempunyai seorang Putri bernama Dewi Ranggasmara.
Pangeran Pangeran Batara Sumenda adalah kakak dari Pangeran Maja Agung. Pada suatu hari Pangeran Maja Agung memanggil kedua putranya Pangeran Ahmad dan Pangeran Muhammad untuk memberikan tugas untuk mengislamkan daerah Ciamis Selatan.
Pangeran Maja Agung percaya bahwa kedua anaknya dapat menjalankan tugasnya karena mereka mempunyai kesaktian dari sepuluh jimat yang disebut Konco Kaliman.
Adik tirinya yang bernama Dewi Ranggasmara pernah meracuni kedua kakaknya karena menginginkan jimat, akan tetapi perbuatannya segera diketahui. Sebagai pembalasannya kakaknya hendak memperkosa adiknya tetapi hal itu tidak sempat dilakukan karena sempat diketahui oleh penakawannya.
Pada hari yang telah ditentukan Pangeran Ahmad dan Muhammad pergi untuk menjalankan tugasnya akan tetapi Pangeran Maja Agung tidak mendapat berita tentang putranya. Kemudian mengutus kakaknya Pangeran Raja Sumenda untuk mencarinya.
Pangeran Raja Sumenda pergi sendirian dari Mesir, beliau mendengar suara yang memberitahukan bahwa kedua keponakannya ada dalam sebuah gua.
Setelah ketemu kemudian melapor kepada Raja Maja Agung, tidak lama kemudian beliau menyusul dan bersama-sama bersemedi di gua ini yang sekarang diberi nama Gua Keramat.
Didalam gua ini terdapat dua kuburan yang bukan sebenarnya, hanya sebagai tanda saja bahwa ditempat inilah syech Ahmad dan Muhamad menghilang (tilem).
b. GUA PANGGUNG
Menurut cerita yang berdiam di gua ini adalah Embah Jaga Lautan atau dibesutpula Kiai Pancing Benar. Beliau merupakan anak angkat dari Dewi Loro Kidul dan ibunya menugaskan untuk menjaga lautan di daerah Jawa Barat pada khususnya dan menjaga pantai Indonesia pada umumnya oleh karena itu beliau disebut Embah Jaga Lautan
Sebenarnya Embah Jaga Lautan ini berasal dari Mesir yang ditugaskan untuk menyiarkan agama Islam. Beliau mempunyai isteri 7 orang yang setiap malam beliau bergiliran menengok salah satu ketujuh isterinya. Ketujuh isterinya itu selalu bertengkar satu sama lain. Pada satu hari isterinya yang ketujuh tidak sempat ditengok karena beliau pergi memancing. Pancing yang digunakann tidak berbentuk melingkar akan tetapi lurus dan ikan yang didapatnya disebut ikan Topel karena ikan tersebut menempel pada pancingnya. Setelah beliau mempunyai ikan Topel tersebut ketujuh isterinya kemudian rukun bersama, maka oleh karena itu beliau disebut juga Kiai Pancing Benar dan sampai sekarang masih banyak orang yang menangkap ikan tersebut karena masih percaya akan khasiatnya.
Disebut Panggung karena didalam gua ini terdapat tempat seperti panggung yang dipakai untuk sembahyang para wali atau orang-orang yang akan naik haji ke Mekkah.
c. GUA LANANG
Menurut cerita gua ini dulunya merupakan Keraton yang pertama Kerajaan Galuh, sedangkan Keraton yang kedua terdapat di Karang Kamuyaan Ciamis. Raja Galuh ini laki-laki (Lanang) yang sedang berkelana.
d. BATU KALDE ATAU SAPI GUMARANG
Ditempat ini menurut cerita tinggal seorang sakti yang dapat menjelma menjadi seekor sapi yang gagah berani dan sakti.
Sapi Gumarang adalah nakhoda kapal, pada suatu hari Sapi Gumarang ini diutus untuk membeli padi kedaerah Galuh, akan tetapi tidak berhasil sebab Raja Galuh tidak mengijinkan berhubungan persediaan padi untuk daerah itu sendiri belum mencukupi.
Nakhoda kapal sangat marah mendengar hal itu kemudian dia mengutus Sapi Gumarang untuk merusak seluruh Galuh dan sekitarnya. Sapi Gumarang dapat menjalankan tugasnya dengan baik terbukti seluruh padi baik yang berada di lumbung dan disawah terkena hama. Raja Galuh sangat terkejut dengan keadaan ini dan beliau yakinhal ini pasti dilakukan oleh utusan Nakhoda, kemudian beliau menyusun putra angkatnya Sulanjana untuk mencari Sapi Gumarang dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan akan membantu Kerajaan Galuh apabila terserang hama.
e. RENGGANIS
Cerita ini berawal dengan adanya sebuah pemandian berupa sungai kepunyaan seorang Raja bernama Raja Mantri. Pada suatu hari Raja Mantri pergi melihat-lihat pemandiannya, kebetulan waktu itu Dewi Rengganis dan para Inangnya sedang mandi.
Dewi Rengganis adalah putri dari kayangan, karena terdorong oleh perasaan hatinya kemudian Raja Matri mengambil pakaian Dewi Rengganis. Alangkah terkejutnya sang Dewi karena pakaiannya sudah tidak ada pada tempatnya, Inangnya disuruh untuk mencarinya akan tetapi tidak berhasil. Karena kesalnya Dewi Rengganis kemudian berkata barang siapa menemukan bajunya maka akan dijadikan saudara bila perempuan dan bila laki-laki akan dijadikan suami.
Semua perkataan Dewi terdengan oleh Raden Mantri kemudian dia keluar dari persembunyiannya. Untuk menepati janji, Dewi Rengganis bersedia menjadi istri Raden Raja Mantri.
Setelah menikah kemudian pemandian ini diserahkan kepada Dewi Rengganis. Sejak itu pemandian itu dinamakan Cirengganis dan sampai sekarang banyak orang yang masih percaya akan khasiat apabila mandi disana.
Sejarah Kawasan
Fasilitas
Sarana dan prasarana yang telah tersedia di TWA Pangandaran antara lain berupa pintu gerbang, loket karcis, ruang informasi, shelter, jalan setapak, tempat parkir dan pos jaga.
Aksebilitas
Order Form
WISATA FAVORIT
1. Situ Gunung
2. Patuha Resort
3. Kawah Putih
4. Mandalawangi Cibodas
5. Pangandaran
6. Carita
7. Talaga Bodas
CARI TEMPAT WISATA DI JAWA BARAT
Kota :
Jenis Wisata :
atau Kata Kunci :
Home | Tentang Kami | Klasifikasi Objek | Klasifikasi Tempat | Paket Wisata | Kontak Kami
Powered by Alkindyweb Copyright© 2006, Kesatuan Bisnis Mandiri Wisata, Benih dan Usaha Lain
Perum Perhutani Unit III Jawa Barat & Banten
DATA LENGKAP LOKASI WISATA Pangandaran
Pangandaran
Pantai Pangandaran Pantai Pangandaran Monyet Pangandaran Rusa Pangandaran
* Keadaan Umum
* Potensi Wilayah
* Potensi Wisata
* Sejarah Kawasan
* Fasilitas
* Aksebilitas
Jenis : TWA
Luas : 20 ha
Ketinggian : 0-50 m (dpl)
Suhu : 29-30 °C
Curah hujan : 3196 mm/thn
Topografi : landai
Kota terdekat : Ciamis
Jarak dari kota terdekat : 20 km
Ket : WH (Wisata Harian), WB (Wisata Bermalam), BP (Bumi Perkemahan), TWA (Taman Wisata Alam)
Keadaan Umum
Taman Wisata Alam Pangandaran ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 170/Kpts/Um/3/1978 tanggal 10 Maret 1978 dengan luas 37,7 ha.secara geografis terletak
pada 1080 30’ – 109o00 BT dan 7oLS, sedangkan berdasarkan administrasi pemerintahan termasuk wilayah Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis. Menurut administrasi pengelolaan hutan Perum Perhutani termasuk BKPH Pangandaran KPH Ciamis.
Kawasan ini terletak pada bagian utara dari Pananjung Pangandaran, sebagian besar bertopografi landai dan pada beberapa tempat terdapat tonjolan-tonjolan bukit kapur yang terjal. Ketinggian tempat kawasan berada antara 0 – 20 m dpl.
Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, Kamojang dan sekitarnya termasuk tipe iklim A dengan curah hujan rata-rata 3196 mm per tahun. Temperatur udara minimum 250C, maksimum sebesar 30oC, dan kelembaban sebesar 80 – 90%.
Potensi Wilayah
Kawasan TWA Pangandaran merupakan hutan sekunder tua yang berumur antara 50 – 60 tahun mendominasi kawasan TWA Pangandaran. Selebihnya adalah sisa-sisa hutan primer yang tidak luas dan terpencar letaknya, serta sedikit hutan pantai.
Pohon-pohon di hutan sekunder tua di dalam kawasan TWA Pangandaran memiliki ketinggian rata-rata antara 25 – 35 m, dengan jenis-jenis yang dominan diantaranya Laban (Vitex pubescens). Ki segel (Dillenia excelsa) dan marong (Cratoxylon formosum), juga terdapat beberapa jenis pohon peninggalan hutan
primer seperti Pohpohan (Buchania arborescens), Kondang (Ficus variegata), dan Benda (Disoxyllum caulostachyllum). Pohon-pohon tersebut umumnya ditandai oleh tumbuhnya jenis tumbuhan liana dan epifit.
Hutan pantai hanya terdapat di bagian timur dan barat kawasan. Ditumbuhi pohon formasi Barringtonia, seperti Butun (Barringtonia aseatica), Ketapang (Terminalia catappa), Nyamplung (Callophyllum inophyllum) dan Waru Laut (Hibiscus tiliaceus).
Dengan berbagai ragam floranya, kawasan taman wisata alam Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar. Jenis satwa liar yang dapat dijumpai pada kawasan ini antara lain : Tando ( Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung
(Presbytis cristata), kalong (Pteropus campyrus), Banteng (Bos sondaicus), Rusa (Cervus timorensis), kancil (Tragulus javanica), dan landak (Hystrix javanica).
Sedangkan jenis-jenis burung yang dapat dijumpai antara lain burung Canghegar (gallus varius), Tlungtumpuk (Magalaema javensis), Cipeuw (Aegitina tiphia), Larwo (Copsychus malaharicus) dan jogjog (Pycnonotus plumosus).
Jenis Amphibi yang dapat ditemui diantaranya adalah Katak pohon (Rhacopnorus leucomistak), Katak buduk (Bufo melanostictus), dan Bancet (Rana limnocharis). Sedangkan jenis Reptilia yang dapat ditemui diantaranya adalah Biawak (Dracopolon sp), tokek (Gecko gecko) dan beberapa jenis ular, antara lain Ular pucuk (Dryopsis prasinus).
Potensi Wisata
Selain obyek wisata berupa hutan alam maupun tanaman, daya tarik yang lain adalah pantai pasir putih, goa alam dan peninggalan sejarah serta Batu Kalde. Berikut uraian dari masing-masing obyek wisata alam tersebut.
a. GUA KERAMAT ATAU GUA PARAT
Menurut cerita gua ini dahulunya merupakan untuk bertapa dan bersemedi oleh beberapa Pangeran dari Mesir yaitu Pengeran Kesepuluh (Syech Ahmad), Pangeran Kanoman (Syech Muhammad), Pangeran Maja Agung dan Pangeran Raja Sumenda
Pangeran Maja Agung mempunyai istri empat yang salah satu istrinya bernama Dewi Cimilar Putri Jin, mempunyai seorang Putri bernama Dewi Ranggasmara.
Pangeran Pangeran Batara Sumenda adalah kakak dari Pangeran Maja Agung. Pada suatu hari Pangeran Maja Agung memanggil kedua putranya Pangeran Ahmad dan Pangeran Muhammad untuk memberikan tugas untuk mengislamkan daerah Ciamis Selatan.
Pangeran Maja Agung percaya bahwa kedua anaknya dapat menjalankan tugasnya karena mereka mempunyai kesaktian dari sepuluh jimat yang disebut Konco Kaliman.
Adik tirinya yang bernama Dewi Ranggasmara pernah meracuni kedua kakaknya karena menginginkan jimat, akan tetapi perbuatannya segera diketahui. Sebagai pembalasannya kakaknya hendak memperkosa adiknya tetapi hal itu tidak sempat dilakukan karena sempat diketahui oleh penakawannya.
Pada hari yang telah ditentukan Pangeran Ahmad dan Muhammad pergi untuk menjalankan tugasnya akan tetapi Pangeran Maja Agung tidak mendapat berita tentang putranya. Kemudian mengutus kakaknya Pangeran Raja Sumenda untuk mencarinya.
Pangeran Raja Sumenda pergi sendirian dari Mesir, beliau mendengar suara yang memberitahukan bahwa kedua keponakannya ada dalam sebuah gua.
Setelah ketemu kemudian melapor kepada Raja Maja Agung, tidak lama kemudian beliau menyusul dan bersama-sama bersemedi di gua ini yang sekarang diberi nama Gua Keramat.
Didalam gua ini terdapat dua kuburan yang bukan sebenarnya, hanya sebagai tanda saja bahwa ditempat inilah syech Ahmad dan Muhamad menghilang (tilem).
b. GUA PANGGUNG
Menurut cerita yang berdiam di gua ini adalah Embah Jaga Lautan atau dibesutpula Kiai Pancing Benar. Beliau merupakan anak angkat dari Dewi Loro Kidul dan ibunya menugaskan untuk menjaga lautan di daerah Jawa Barat pada khususnya dan menjaga pantai Indonesia pada umumnya oleh karena itu beliau disebut Embah Jaga Lautan
Sebenarnya Embah Jaga Lautan ini berasal dari Mesir yang ditugaskan untuk menyiarkan agama Islam. Beliau mempunyai isteri 7 orang yang setiap malam beliau bergiliran menengok salah satu ketujuh isterinya. Ketujuh isterinya itu selalu bertengkar satu sama lain. Pada satu hari isterinya yang ketujuh tidak sempat ditengok karena beliau pergi memancing. Pancing yang digunakann tidak berbentuk melingkar akan tetapi lurus dan ikan yang didapatnya disebut ikan Topel karena ikan tersebut menempel pada pancingnya. Setelah beliau mempunyai ikan Topel tersebut ketujuh isterinya kemudian rukun bersama, maka oleh karena itu beliau disebut juga Kiai Pancing Benar dan sampai sekarang masih banyak orang yang menangkap ikan tersebut karena masih percaya akan khasiatnya.
Disebut Panggung karena didalam gua ini terdapat tempat seperti panggung yang dipakai untuk sembahyang para wali atau orang-orang yang akan naik haji ke Mekkah.
c. GUA LANANG
Menurut cerita gua ini dulunya merupakan Keraton yang pertama Kerajaan Galuh, sedangkan Keraton yang kedua terdapat di Karang Kamuyaan Ciamis. Raja Galuh ini laki-laki (Lanang) yang sedang berkelana.
d. BATU KALDE ATAU SAPI GUMARANG
Ditempat ini menurut cerita tinggal seorang sakti yang dapat menjelma menjadi seekor sapi yang gagah berani dan sakti.
Sapi Gumarang adalah nakhoda kapal, pada suatu hari Sapi Gumarang ini diutus untuk membeli padi kedaerah Galuh, akan tetapi tidak berhasil sebab Raja Galuh tidak mengijinkan berhubungan persediaan padi untuk daerah itu sendiri belum mencukupi.
Nakhoda kapal sangat marah mendengar hal itu kemudian dia mengutus Sapi Gumarang untuk merusak seluruh Galuh dan sekitarnya. Sapi Gumarang dapat menjalankan tugasnya dengan baik terbukti seluruh padi baik yang berada di lumbung dan disawah terkena hama. Raja Galuh sangat terkejut dengan keadaan ini dan beliau yakinhal ini pasti dilakukan oleh utusan Nakhoda, kemudian beliau menyusun putra angkatnya Sulanjana untuk mencari Sapi Gumarang dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan akan membantu Kerajaan Galuh apabila terserang hama.
e. RENGGANIS
Cerita ini berawal dengan adanya sebuah pemandian berupa sungai kepunyaan seorang Raja bernama Raja Mantri. Pada suatu hari Raja Mantri pergi melihat-lihat pemandiannya, kebetulan waktu itu Dewi Rengganis dan para Inangnya sedang mandi.
Dewi Rengganis adalah putri dari kayangan, karena terdorong oleh perasaan hatinya kemudian Raja Matri mengambil pakaian Dewi Rengganis. Alangkah terkejutnya sang Dewi karena pakaiannya sudah tidak ada pada tempatnya, Inangnya disuruh untuk mencarinya akan tetapi tidak berhasil. Karena kesalnya Dewi Rengganis kemudian berkata barang siapa menemukan bajunya maka akan dijadikan saudara bila perempuan dan bila laki-laki akan dijadikan suami.
Semua perkataan Dewi terdengan oleh Raden Mantri kemudian dia keluar dari persembunyiannya. Untuk menepati janji, Dewi Rengganis bersedia menjadi istri Raden Raja Mantri.
Setelah menikah kemudian pemandian ini diserahkan kepada Dewi Rengganis. Sejak itu pemandian itu dinamakan Cirengganis dan sampai sekarang banyak orang yang masih percaya akan khasiat apabila mandi disana.
Sejarah Kawasan
Fasilitas
Sarana dan prasarana yang telah tersedia di TWA Pangandaran antara lain berupa pintu gerbang, loket karcis, ruang informasi, shelter, jalan setapak, tempat parkir dan pos jaga.
Aksebilitas
Order Form
WISATA FAVORIT
1. Situ Gunung
2. Patuha Resort
3. Kawah Putih
4. Mandalawangi Cibodas
5. Pangandaran
6. Carita
7. Talaga Bodas
CARI TEMPAT WISATA DI JAWA BARAT
Kota :
Jenis Wisata :
atau Kata Kunci :
Home | Tentang Kami | Klasifikasi Objek | Klasifikasi Tempat | Paket Wisata | Kontak Kami
Powered by Alkindyweb Copyright© 2006, Kesatuan Bisnis Mandiri Wisata, Benih dan Usaha Lain
Perum Perhutani Unit III Jawa Barat & Banten
Tour LA d'Jungle - Waduk Gondang
Tour LA d'Jungle - Waduk Gondang
Wednesday, May 30, 2007
Tour LA d’Jungle 2007: Mengguncang Bahu di Hutan Jati
Pagi masih menggayut di kawasan Waduk Gondang Lamongan Jawa Timur, jarum jam menunjuk angka 05.00. Para biker TCC yang berasal dari berbagai daerah mulai keluar dari tenda masing-masing untuk mempersiapkan diri nggenjot dalam event Tour LA d’Jungle 2007.
Setelah senam pemanasan tepat pukul 06.30 sekitar 120 orang biker mulai meluncur menempuh jarak 25,9 km. Di jalanan aspal sepanjang 5 km para biker masih tergabung dalam peleton besar, meski ada 6 biker yang langsung memacu pedalnya dan menghilang dari pandangan.
Jalur road dengan tanjakan landai berakhir, para biker langsung disuguhi turunan cukup panjang berupa dual track jalan yang di-cor semen. Di jalur ini, selain teknik turunan yang mumpuni, kemampuan rem sepeda yang bekerja baik, nyali juga kudu kuat. Beruntung malam sebelumnya tidak turun hujan, sehingga jalur relatif aman.
Melewati beberapa warga desa yang sudah mulai beraktifitas, kita langsung memasuki kawasan hutan jati yang rimbun dan banyak cabang jalan. Dengan berbekal rambu TCC yang ada, selebihnya kita hanya mengandalkan pada insting agar tak tersesat.
Hutan jati single track sungguh rute yang eksotik. Akar pohon yang melintang dan jalur yang meliuk-liuk, membuat jalur ini sangat menantang untuk menguji kemampuan teknikal kita. Reporter TCC beruntung karena jalur di depan masih kosong. 3 orang biker yang ada di depan, 2 dari Pasuruan dan 1 dari Mojokerto sungguh sulit didekati. Luar biasa. Minuman yang disediakan di Pos 1 dilewatkan karena pertimbangan jarak yang relatif pendek dan bekal yang masih mencukupi.
Lepas dari kerimbunan hutan jati yang single track, di depan kita disuguhi jalur double track berupa jalan makadam dengan batu kapur yang mencuat di sana-sini. Jalur ini sungguh menyiksa, terutama bagi sepeda rigid tanpa suspensi. Sepeda hard-tail alias sepeda yang hanya dilengkapi dengan suspensi depan pun tetap terasa siksaannya. Terutama di tubuh bagian atas. Di jalur neraka ini, handle bar sangat membantu menahan guncangan dan meningkatkan kemampuan handling kita.
Jalur jalan bebatuan yang cukup panjang sekitar 7-9 km di kawasan hutan jati memang menguras tenaga. Suara nyanyi burung, desiran angin yang menerpa lebarnya daun jati serta suara roda belakang sepeda membuat kita tetap asyik nggenjot di hari yang mulai terasa terik itu.
Melintasi sawah, ladang dan perkampungan di pedesaan, beberapa anak kecil nampak riang gembira saat kami melintas. Beberapa kali bertemu dengan warga desa dengan sepeda penuh muatan ranting kayu kering, serta kelompok kecil yang sedang menggarap sawah dengan punggung yang nampak mengkilap, paling tidak ini mampu mengatasi rasa kesepian karena nggenjot sendirian. ”Nuwun sewu, Pak”, sapa Reporter TCC sok akrab. ”Monggo, Mas”, sahut mereka bersemangat.
Sepeda yang terguncang-guncang membuat backpack yang airnya mulai berkurang menimbulkan bunyi-bunyian yang khas. Menengok sebelah kanan nampak Waduk Gondang. Waduk Gondang tepatnya terletak 19 km arah barat Lamongan, di desa Gondang Lor dan Deket Agung Kecamatan Sugio. Untuk menuju lokasi ini selain dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi dapat juga menggunakan angkutan umum dari Lamongan menuju Gondang. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Suharto tahun 1987.
Waduk ini memiliki luas 6,60 Ha dengan kedalaman sekitar 29 meter. Tidak jauh dari lokasi waduk terdapat makam Dewi Sekardadu, putri Blambangan, istri Kanjeng Maulana Iskak yang juga disebut Mbok Rondo Gondang merupakan ibu Jaka Samudra atau Sunan Giri. Ditemukan tahun 1911 dan dipugar tahun 1917 oleh pemerintah.
Waduk Gondang mampu menampung 23 juta meter kubik dengan kemampuan luas layanan 8.412 Ha. Sebagai pembanding Waduk Sutami yang ada di Malang volume efektif sebesar 179,97 juta m3, kemampuan luas layanan sebesar 74.216 hektar (Ha), Waduk Selorejo Malang volume efektif 33,16 juta m3, kemampuan luas layanan 31.825 Ha. Waduk Wlingi Blitar volume efektifnya 4,45 juta m3.
Dua orang Satpam nampak di ujung jalan, beberapa pengendara motor melintas. Itulah penanda berakhirnya jalur off-road pada Tour LA d’Jungle 2007. Dengan sisa tenaga, sprint jarak pendek bisa kita lakukan. Finish. Sebuah sensasi turing yang berbeda. Terima kasih Biker SBB. Bravo TCC. (Djadi)
Posted by Adhi Prasetio at 5:53 PM 0 comments
Subscribe to: Posts (Atom)
* H O M E
About Me
Adhi Prasetio
IS DC Regional V - ISC Jawa Timur
View my complete profile
Wednesday, May 30, 2007
Tour LA d’Jungle 2007: Mengguncang Bahu di Hutan Jati
Pagi masih menggayut di kawasan Waduk Gondang Lamongan Jawa Timur, jarum jam menunjuk angka 05.00. Para biker TCC yang berasal dari berbagai daerah mulai keluar dari tenda masing-masing untuk mempersiapkan diri nggenjot dalam event Tour LA d’Jungle 2007.
Setelah senam pemanasan tepat pukul 06.30 sekitar 120 orang biker mulai meluncur menempuh jarak 25,9 km. Di jalanan aspal sepanjang 5 km para biker masih tergabung dalam peleton besar, meski ada 6 biker yang langsung memacu pedalnya dan menghilang dari pandangan.
Jalur road dengan tanjakan landai berakhir, para biker langsung disuguhi turunan cukup panjang berupa dual track jalan yang di-cor semen. Di jalur ini, selain teknik turunan yang mumpuni, kemampuan rem sepeda yang bekerja baik, nyali juga kudu kuat. Beruntung malam sebelumnya tidak turun hujan, sehingga jalur relatif aman.
Melewati beberapa warga desa yang sudah mulai beraktifitas, kita langsung memasuki kawasan hutan jati yang rimbun dan banyak cabang jalan. Dengan berbekal rambu TCC yang ada, selebihnya kita hanya mengandalkan pada insting agar tak tersesat.
Hutan jati single track sungguh rute yang eksotik. Akar pohon yang melintang dan jalur yang meliuk-liuk, membuat jalur ini sangat menantang untuk menguji kemampuan teknikal kita. Reporter TCC beruntung karena jalur di depan masih kosong. 3 orang biker yang ada di depan, 2 dari Pasuruan dan 1 dari Mojokerto sungguh sulit didekati. Luar biasa. Minuman yang disediakan di Pos 1 dilewatkan karena pertimbangan jarak yang relatif pendek dan bekal yang masih mencukupi.
Lepas dari kerimbunan hutan jati yang single track, di depan kita disuguhi jalur double track berupa jalan makadam dengan batu kapur yang mencuat di sana-sini. Jalur ini sungguh menyiksa, terutama bagi sepeda rigid tanpa suspensi. Sepeda hard-tail alias sepeda yang hanya dilengkapi dengan suspensi depan pun tetap terasa siksaannya. Terutama di tubuh bagian atas. Di jalur neraka ini, handle bar sangat membantu menahan guncangan dan meningkatkan kemampuan handling kita.
Jalur jalan bebatuan yang cukup panjang sekitar 7-9 km di kawasan hutan jati memang menguras tenaga. Suara nyanyi burung, desiran angin yang menerpa lebarnya daun jati serta suara roda belakang sepeda membuat kita tetap asyik nggenjot di hari yang mulai terasa terik itu.
Melintasi sawah, ladang dan perkampungan di pedesaan, beberapa anak kecil nampak riang gembira saat kami melintas. Beberapa kali bertemu dengan warga desa dengan sepeda penuh muatan ranting kayu kering, serta kelompok kecil yang sedang menggarap sawah dengan punggung yang nampak mengkilap, paling tidak ini mampu mengatasi rasa kesepian karena nggenjot sendirian. ”Nuwun sewu, Pak”, sapa Reporter TCC sok akrab. ”Monggo, Mas”, sahut mereka bersemangat.
Sepeda yang terguncang-guncang membuat backpack yang airnya mulai berkurang menimbulkan bunyi-bunyian yang khas. Menengok sebelah kanan nampak Waduk Gondang. Waduk Gondang tepatnya terletak 19 km arah barat Lamongan, di desa Gondang Lor dan Deket Agung Kecamatan Sugio. Untuk menuju lokasi ini selain dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi dapat juga menggunakan angkutan umum dari Lamongan menuju Gondang. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Suharto tahun 1987.
Waduk ini memiliki luas 6,60 Ha dengan kedalaman sekitar 29 meter. Tidak jauh dari lokasi waduk terdapat makam Dewi Sekardadu, putri Blambangan, istri Kanjeng Maulana Iskak yang juga disebut Mbok Rondo Gondang merupakan ibu Jaka Samudra atau Sunan Giri. Ditemukan tahun 1911 dan dipugar tahun 1917 oleh pemerintah.
Waduk Gondang mampu menampung 23 juta meter kubik dengan kemampuan luas layanan 8.412 Ha. Sebagai pembanding Waduk Sutami yang ada di Malang volume efektif sebesar 179,97 juta m3, kemampuan luas layanan sebesar 74.216 hektar (Ha), Waduk Selorejo Malang volume efektif 33,16 juta m3, kemampuan luas layanan 31.825 Ha. Waduk Wlingi Blitar volume efektifnya 4,45 juta m3.
Dua orang Satpam nampak di ujung jalan, beberapa pengendara motor melintas. Itulah penanda berakhirnya jalur off-road pada Tour LA d’Jungle 2007. Dengan sisa tenaga, sprint jarak pendek bisa kita lakukan. Finish. Sebuah sensasi turing yang berbeda. Terima kasih Biker SBB. Bravo TCC. (Djadi)
Posted by Adhi Prasetio at 5:53 PM 0 comments
Subscribe to: Posts (Atom)
* H O M E
About Me
Adhi Prasetio
IS DC Regional V - ISC Jawa Timur
View my complete profile
Langganan:
Komentar (Atom)